Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak generasi muda di daerah itu untuk mengobarkan kembali semangat perjuangan Kapitan Pattimura dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Semangat Pattimura harus terus menyala di dada setiap anak Maluku. Hari ini kita tidak hanya berdiri di atas tanah para raja, tetapi di atas darah, keringat, dan air mata para pejuang,” kata Hendrik Lewerissa saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pattimura ke-209 Tahun 2026 di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat.

Pada upacara tersebut dilakukan prosesi penyerahan Obor Pattimura dari Upu Latu Maluku Tengah kepada Upu Latu Maluku yang dilanjutkan dengan peletakan bunga oleh Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tengah, dan ahli waris keluarga Pattimura.

Dalam kapasitasnya sebagai Upu Latu (Raja) Maluku, Gubernur menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Maluku itu, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan dalam menghadapi tantangan zaman.

 

Menurut dia, perjuangan masa kini tidak lagi menghadapi penjajahan fisik, melainkan melawan kemiskinan, ketimpangan pembangunan, keterbelakangan teknologi, serta berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa.

Ia mengingatkan pesan perjuangan Kapitan Pattimura bahwa “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit”. Pesan tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui kerja nyata membangun daerah dan bangsa.

Mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”, Hendrik mengajak seluruh generasi muda Maluku untuk memperkuat persatuan, meningkatkan inovasi, serta mengelola potensi sumber daya alam secara optimal demi kesejahteraan rakyat.

“Maluku harus mampu tampil sebagai kekuatan pembangunan di kawasan timur Indonesia dengan sumber daya manusia yang unggul, ekonomi kelautan dan perikanan yang kuat, serta persaudaraan yang kokoh,” ujarnya.

 

Dirinya juga berpesan pada generasi muda agar menjadi “Pattimura-Pattimura muda masa kini” dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki daya saing global tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.

“Generasi muda harus tetap menjaga nilai Pela Gandong dan semangat Siwalima sebagai identitas masyarakat Maluku,” katanya.

 



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026