Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah siap memberikan subsidi apabila harga pangan yang masih impor seperti kedelai, melampaui harga eceran tertinggi (HET) di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

“Kita akan jaga, kalau harga itu melampaui HET, tentu pemerintah akan turun tangan memberikan subsidi,” kata Zulhas usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons potensi dampak tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap harga sejumlah komoditas pangan impor, termasuk kedelai.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada Selasa (12/5) ditutup melemah 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.532 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.

Sementara berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional untuk kedelai impor tercatat Rp13.607 per kilogram atau naik 0,19 persen dibanding hari sebelumnya.

Menurut Zulhas, intervensi dapat dilakukan melalui subsidi ongkos distribusi maupun bantuan stabilisasi harga agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga pangan tersebut.

“Baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, ada anggaran untuk belanja tidak terduga, ada anggaran untuk itu. Jadi disubsidi, apakah ongkosnya atau kah harganya,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah dapat bergerak cepat apabila terjadi kenaikan harga pangan di wilayah masing-masing.

Ia menilai percepatan respons penting dilakukan agar apabila gejolak harga terjadi, kenaikan tidak terlalu membebani masyarakat.

“Kalau lambat nanti ibu-ibunya sudah mogok kan kita repot. Jadi harus cepat. Saya mengajak bupati, gubernur cepat kalau ada masalah di daerahnya. Cepat kita tanggapi bareng-bareng,” ucapnya.

Menurut dia, pemerintah pusat juga dapat melakukan intervensi melalui koordinasi berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, Badan Gizi Nasional (BGN), hingga subsidi transportasi untuk distribusi pangan.

“Yang (persoalan) pusat seperti (koordinasi dengan) Bulog kita handle, BGN kita handle, Kementerian Perhubungan terus kita handle, APBN kita handle,” ujarnya.

Dalam peninjauan di Pasar Palmerah, Zulhas menyatakan kondisi pasokan pangan nasional secara umum masih aman, termasuk beras, telur, ayam, dan cabai.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Pangan: Pemerintah siap subsidi jika pangan impor lampaui HET

Pewarta: Aria Ananda
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026