Ternate, 8/6 (Antara Maluku) - Kalangan DPRD Maluku Utara (Malut) meminta kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengarahkan program pengembangan pala secara besar-besaran karena daerah ini sejak zaman dulu sudah terkenal penghasil pala.

"Selain itu, pala merupakan salah satu komoditas utama petani di Malut dan potensi lahan untuk pengembangannya masih sangat luas," kata anggota Komisi III DPRD Malut Irfan Umasugi di Ternate, Kamis, menanggapi Kementan untuk memprogramkan pengembangan pala secara besar-besaran pada 2018.

Kementan pada 2018 akan mengalokasikan anggaran Rp2 triliun untuk mendanai pengembangan sejumlah komoditas perkebunan unggulan, di antaranya pala untuk meningkatkan petani sekaligus menguatkan kembali posisi Indonesia sebagai negara penghasil dan pengekspor komoditas rempah itu di dunia.

Irfan Umasugi meminta kepada Pemprov Malut untuk proaktif melakukan lobi ke pemerintah pusat khususnya ke Kementan agar dalam pengalokasian anggaran pengembangan pala pada 2018 nanti, Malut bisa mendapat porsi yang besar.

Selama ini program pemerintah pusat yang terkait dengan pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan di daerah yang alokasi ke Malut sangat kecil karena Pemprov setiap saat tidak melakukan lobi secara intensif ke pemerintah pusat dan diharapkan hal seperti ini tidak diharapkan terjadi pada program pengembangan pala.

Pemprov Malut, kata Irfan Umasugi, harus pula mengupayakan adanya industri pengolahan pala di Malut agar selain untuk menstabilkan harga komoditas itu, juga untuk meningkatkan nilai tambahnya dan menyediakan lapangan kerja.

Harga pala di Malut selama ini sangat murah, untuk biji pala misalnya Rp60.000 per kg dan fuli pala Rp120.000 per kg, karena semuanya dipasarkan untuk tujuan antarpulau, seperti ke Makassar dan Surabaya, yang penetapan harganya ditentukan oleh pedagang pengumpul setempat.

"Ada sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Malut mengekspor pala langsung ke luar negeri, itu juga merupakan program bagus dan harus direalisasikan karena akan meningkatkan harga pala di tingkat petani," katanya menambahkan.

Pewarta: La Ode Aminuddin
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026