Ternate, 8/12 (Antara Maluku) - Dinas Penindustrian dan Perdagangan (Dsperindag) Maluku Utara menjamin stok kebutuhan pokok di 10 kabupaten/kota aman untuk menghadapi perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Sesuai dengan laporan dari Disperindag di 10 kabupaten/kota di Malut, stok kebutuhan pokok di daerah masing-masing aman untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru, bahkan khusus beras, cukup untuk kebutuhan hingga awal 2018," kata Kepala Disperindag Malut Asrul Gailea di Ternate, Jumat.

Disperindag di 10 kabupaten/kota juga terus mendorong para distributor kebutuhan pokok setempat untuk terus mendatangkan tambahan dari luar Malut, seperti Surabaya dan Makassar, untuk makin mengamankan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Bahkan, menurut dia, ada pemerintah kabupaten/kota, seperti Kota Tidore Kepualauan yang mengarahkan perusahaan daerah setempat untuk mendatangkan langsung kebutuhan pokok dari Surabaya. Dengan demikian, selain harganya bisa lebih murah saat dijual di Tidore Kepulauan, juga bisa menambah stok yang didatangkan distributor setempat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengkhawatirkan ketersediaan kebutuhan pokok menghadapi perayaan Natal dan tahun baru, serta diminta tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar karena tindakan seperti itu justru akan mendorong pedagang untuk menaikkan harga.

Ia mengatakan bahwa harga kebutuhan pokok di 10 kabupaten/kota di Malut sejauh ini masih normal, bahkan khusus di Kota Ternate yang merupakan pusat distribusi kebutuhan pokok di Malut, beberapa jenis kebutuhan pokok menunjukkan penurunan harga.

Harga telur, misalnya, sebelumnya mencapai Rp1.800,00 per butir untuk ukuran besar, kini turun menjadi Rp1.600,00/butir. Begitu pula, harga bawang merah, bawang putih, dan cabai yang selama ini sering menjadi penyebab inflasi, kini harganya normal, seperti cabai nona Rp40 ribu/kg dan bawang merah Rp32 ribu/kg.

"Kami mengingatkan kepada para distributor dan pedagangan kebutuhan pokok di Malut untuk tidak melakukan spekulasi, misalnya menimbun stok untuk mendorong naiknya harga menjelang perayaan Natal dan tahun baru karena ketahuan akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Asrul Gailea.

Kebutuhan pokok di Malut, menurut dia, rawan mengalami lonjakan harga, terutama saat menghadapi hari besar keagamaan, seperti Idulfitri dan Natal, karena sebagian besar kebutuhan pokok itu harus didatangkan dari luar provinsi itu yang terkadang pasokannya terhambat akibat gangguan cuaca.

Pewarta: La Ode Aminuddin
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026