"Hasil pemantauan BPS pada September 2019 di Kota Tual menunjukkan terjadi inflasi sebesar 0,65 persen atau terjadi kenakan IHK dari 158,88 pada Agustus 2019 menjadi 159,92 pada September 2019," kata Kepala BPS Maluku, Dumangar Hutauruk di Ambon, Selasa.
Inflasi tahun kalender (September 2019 terhadap Desember 2018) Kota Tual pada September 2019 sebesar 2,65 persen, dan inflasi dari tahun ke tahun (September 2019 terhadap September 2018) sebesar 5,00 persen.
Dumangar mengatakan, inflasi Kota Tual terjadi karena ada kenaikan IHK pada enam kelompok pengeluaran yakni tertinggi pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,82 persen, diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,93 persen.
"Kemudian kelompok kesehatan 0,45 persen, kelompok dandang 0,41 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,05 persen, kemudian kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan dibanding Agustus 2019," ujarnya.
Kenaikan harga yang terjadi pada komoditas dalam paket komoditas IHK Kota Tual sepanjang September 2019 memberikan sumbangan/andil terhadap inflasi Kota Tual sebesar 1,1849 persen, sebaliknya penurunan harga yang terjadi memberikan sumbang/andil terhadap inflasi Kota Tual sebesar -0,5310 persen.
Dia mengatakan, komoditas yang dominan menyumbang inflasi di Kota Tual adalah angkutan udara, daun singkong, ketela pohon, embal gepe, cabai rawit, bayam, ikan baronang, cumi-cumi, ikan selar, dan kangkung. Sedangkan komoditas yang dominan menyumbang deflasi adalah kan teri, ikan kembung, talas/keladi, bawang merah bawang putih, ketela rambat, lengkuas ikan momar, kunyit dan sagu.
Dumangar mengatakan, pada September inflasi tertinggi terjadi Meulaboh sebesar 0,91 persen dengan IHK sebesar 139,48, dan inflasi terendah terjadi di Kota Watampone dan Kota Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing 134,97,dan 136,36.
Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,94 persen dengan IHK 144,61 dan deflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 137,13.
"Pada September 2019 dari 82 kota IHK di Indonesia tercatat 12 kota mengalami inflasi dan 70 kota mengalami deflasi," ujarnya.
Pada September 2019 IHK Kota Tual masih tetap menduduki peringkat pertama, inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat dua, inflasi tahun kalender Kota Tual menduduki 17, dan inflasi dari tahun ke tahun Kota Tual naik ke peringkat lima.
Pewarta: John SoplanitEditor : Lexy Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.