Badan Urusan Logistik Divisi Regional Maluku akan membeli beras petani di Kobisonta, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. "Kami telah mengirim petugas untuk memantau sekaligus melakukan koordinasi,  mudah-mudahan kualitas berasnya memadai dan rencana pembelian hasil panen petani daerah itu dapat direalisasikan mulai tahun ini," kata Kepala Perum Bulog Divre Maluku, Nono Sudiyono, di Ambon, Selasa. Nono menjelaskan, Bulog Maluku selama ini membeli beras dari Sulawesi Selatan maupun Jawa Timur, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Seram Utara. "Jadi kalau koordinasi dengan kelompok tani di sana bisa terjalin baik, maka Bulog sudah bisa membeli beras hasil panen mereka, untuk mengisi kebutuhan masyarakat di daerah itu, "ujarnya. "Yang pasti, Bulog tetap ikuti kemauan kelompok tani di Kobisonta, karena sudah pasti kalau harga di pasaran lebih tinggi dari yang ditawarkan Bulog pasti tidak dijual ke Bulog, apalagi harga beli Bulog sudah ditentukan," ujarnya. Maluku merupakan daerah yang mendatangkan beras dari luar daerah dan bukan produksi beras setempat, jadi kalau ada petani yang memproduksi beras  itu kemungkinan masuk ke Bulog sangat kecil, tapi banyak ke pasaran umum karena harganya lebih tinggi dan menguntungkan petani. Menurutnya, hasil survei yang dilakukan, berapapun kelebihannya akan dibeli, apalagi hasil survei tiap masa panen bisa mencapai 300 ton. "Mudah - mudahan tidak jauh berbeda dengan pembelian beras dari petani di Pulau Buru, dimana Bulog membeli rata - rata 3.000 ton tiap masa panen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kabupaten Buru dan Buru Selatan," ujarnya. Dia menambahkan, beras yang dibeli dari petani di pulau Buru juga digunakan untuk beras miskin (Raskin) bagi masyarakat setempat, sehingga tidak ada yang dibawa keluar.

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2011