Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Maluku Utara  menggandeng sejumlah elemen termasuk aparatur pemerintah dan penggiat lingkungan untuk mendukung penanganan sampah secara bersama-sama.

"Kami akan koordinasikan dengan kecamatan agar penanganan sampah dapat ditangani bersama-sama aparatur kelurahan dan jangan hanya dilimpahkan ke DLH," kata Kabid Persampahan DLH Kota Ternate, Asmal dihubungi, Senin.

Dia mengatakan, dalam penanganan sampah, tentunya membutuhkan peran seluruh pihak mulai dari pemangku kepentingan di tingkat RT/RW, lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh adat.

Sebab, masih ditemukan sampah yang bertebaran di kali mati, tentunya masalah ini kurangnya sosialisasi dari pemangku kepentingan di tingkat kelurahan, sehingga warga seenaknya membuang sampah di kali mati.

Akibatnya, saat hujan turun sampah yang ada di kali mati akan terbawa hingga ke laut, sehingga dapat merusak biota laut dan ini harus menjadi tanggung jawab bersama-sama.

Dia menyebut, saat ini, DLH telah mendelegasikan penanganan sampah bersama kelurahan dengan adanya penyediaan motor viar yang berfungsi mengangkut sampah di jalan setapak maupun jalan berukuran kecil, sehingga seluruh sampah bisa tertangani dengan baik.

Menurut dia, dalam penanganan sampah yang akan dialihkan kelurahan akan menggunakan cara partisipatif masyarakat, sehingga penanganan sampah tetap terlayani secara maksimal.

Dia mengatakan, usulan untuk pengelolaan retribusi dialihkan ke kelurahan karena aparatur kelurahan lebih tahu kondisi masyarakat dan ini menjawab keluhan warga terutama di kawasan ketinggian yang tidak mendapatkan penanganan sampah secara maksimal.

Oleh karena itu, DLH akan mengusulkan untuk pengelolaan retribusi sampah selama ini berada di Perumda PDAM akan dialihkan ke kelurahan guna meningkatkan pendapatan daerah.

Pemkot Ternate juga meminta seluruh jajaran di kelurahan dan kecamatan untuk utamakan sosialisasi dan penanganan sampah, karena telah dibangun berbagai sarana infrastruktur dalam mendukung Ternate kota bersih.

Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman dihubungi sebelumnya mengharapkan agar lurah berada di tiga kecamatan Kota Ternate agar manfaatkan berbagai fasilitas dan infrastruktur telah disediakan, karena telah terbantun 25 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tematik di 25 kelurahan, ini harus menjadi prioritas utama.

Dia menyebut, masyarakat butuh sosialisasi dan edukasi dari aparatur pemerintah hingga di tingkat kelurahan, karena ketersediaan TPS tematik ini, maka warga harus membuang sampah sesuai dengan jadwal, terutama saat armada sampah mengangkut sampah di pagi hari.

Untuk itu, wali kota meminta agar camat dan lurah yang bertugas di wilayah kerja untuk turun ke lapangan mengecek berbagai kebutuhan dan ketersediaan infrastruktur sampah.

Selain itu, edukasi dan sosialisasi dalam penanganan sampah harus terus digalakkan, karena camat dan lurah seharusnya 70 persen berada di lapangan, memantau dan melayani warganya, sedangkan 30 persen berada di kantor.

Apalagi, kata wali kota, dirinya telah berulangkali menginstruksikan kepada instansi terkait untuk fokus dalam penanganan masalah urgen yang dibutuhkan masyarakat seperti sampah, karena ini menjadi program utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena saat ini, masyarakat kritis dalam berbagai kebutuhan, sehingga penanganan sampah menjadi prioritas utama.

Wali Kota menyebut, dalam penanganan sampah, Pemkot Ternate telah sebarkan sebanyak 50 armada pengangkut sampah telah dioperasikan di tiga kecamatan wilayah Kota Ternate untuk mendukung Ternate kota bebas sampah.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Daniel


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2023