Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR. Johannes Leimena Ambon menyiapkan layanan kanker menggunakan alat radioterapi pertama di Provinsi Maluku.

“Iya ini pertama di Maluku. Jadi alat ini sudah diserahterimakan dari Kementerian Kesehatan ke RSUP Leimena,” kata Direktur  Utama RSUP dr. Johannes Leimena Ambon drg. Saraswati, MPH, di Ambon, Selasa.

Radioterapi adalah alat yang bekerja untuk merusak DNA dalam sel-sel kanker, sehingga mampu menghilangkan kemampuan sumber penyakit untuk berkembang biak dalam tubuh pasien.

Radioterapi biasanya diberikan setiap hari (5 kali dalam 1 minggu) dengan total 20-35 kali tergantung jenis kanker dan tujuan pengobatannya.

Ia mengatakan sejak RSUP Leimena dibangun akan fokus pada layanan jantung, kanker, dan layanan kemaritiman.

Baca juga: RSUP Dr J Leimena Ambon butuh dokter spesialis bedah jantung

ejak 2020 mulai disusun dan mengusulkan untuk penyediaan peralatannya, sumber daya manusia (SDM), fisikawan medik serta teknisinya.
 

“Segalanya sudah kami persiapkan sejak awal, tetapi bertahap hingga SDM. Kalau ada radioterapi itu dokter spesialisnya juga khusus menentukan seberapa butuhnya penyinaran dari alat radioterapi terhadap kanker itu,” ujarnya.

Selanjutnya, pada 2022 pihaknya juga mulai mengusulkan bungker radioterapi tersebut, pada awal 2024 alat tersebut sudah dipasang dan sudah diuji coba namun belum bisa langsung melakukan pelayanan terhadap pasien.

“Kami harus dapat izin Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Nanti kita lihat lagi persyaratannya. SDMnya sudah komplit belum, lalu bangunannya. Kalau sudah dikeluarkan izin baru kita bisa optimalkan kepada pasien,” ungkap Saraswati.

Baca juga: FK UI--RSUP Leimena Ambon kerja sama pendidikan urologi, begini penjelasannya

Ia menargetkan sebelum April 2024, pelayanan radioterapi ini sudah bisa diberikan kepada masyarakat. “Saat ini kami hanya melakukan diagnosis saja untuk semua pasien RSUP Leimena,” katanya.

Dengan hadirnya layanan radioterapi ini, semua pasien yang dengan diagnosa penyakit kanker, itu bisa diobati secara tuntas, tidak hanya dengan satu jenis tindakan saja.

“Kalau memang dia membutuhkan penyinaran di sini sudah bisa dan tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk keluar provinsi,” harapnya.

Ia menjelaskan pihaknya akan melakukan kredensial oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengcover pasien jaminan kesehatan nasional (JKN). 

Selain itu juga berupaya ada deteksi dini agar jangan sampai pasien yang datang sudah berada pada stadium akhir, karena penyembuhannya tidak seratus persen.

“Supaya bisa terdeteksi dari awal, misalnya stadium satu atau dua. Jadi potensi penyembuhannya ada,” ucap Saraswati.

Baca juga: RSUP Maluku-RS Siloam Ambon dan RSUPN Cipto kerja sama tingkatkan kesehatan di Maluku

Pewarta: Winda Herman

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2024