Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), mengakomodir tuntutan masyarakat Adat Suku Boeng, Pagu, Kao dan Modole, agar memprioritaskan penduduk lokal dipekerjakan di perusahaan tersebut.

Manajemen PT Emerald Ferrochromium Industri (PT EFI) Muchnis B Asagaf dihubungi dari Ternate, Rabu, menyatakan, sejumlah poin tuntutan yang harus diakomodir pihak perusahaan dengan membangun mitra sebagai bentuk kerja sama dengan semua pihak di daerah, khususnya masyarakat adat dan Pemda setempat.

"Investasi yang dibangun di daerah ini adalah jangka panjang sehingga kami berharap  mendapat dukungan dari  semua pihak  terutama masyarakat adat dan juga pemerintah daerah, untuk itu, apa yang disampaikan oleh masyarakat adat ini akan menjadi perhatian serius pihak perusahan dan kami akan membahas ini dengan dewan direksi," ujar Muchsin.

Dia menyatakan, persyaratan atau tuntutan 4 suku pada beberapa waktu lalu mendapat respon positif, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal nantinya mencapai angka 7000 tenaga kerja dan jika normalisasi operasional sudah berjalan lancar.

Sebab, hingga saat ini PT EFI baru membangun infrastruktur bangunan sebagai infentaris dan kantor karyawan dulu perlu kesabaran dari masyarakat terkait membludaknya permintaan pekerja lokal yang di prioritaskan oleh PT EFI.

"Kemanusian berbagai permasalahan terkait dengan rekrutmen tenaga kerja,  CSR dan tanggung jawab perusahaan  sudah tentunya sudah menjadi tanggung jawab perusahan dan akan di atur sesuai dengan regulasi undang-undang yang ada," katanya.  

Dimana perusahan mengacu pada peraturan perundang undangan yang berlaku,  namun tidak mengesampingkan masyarakat adat di sini.

Sementara itu, Sangaji suku Boeng, Josua Koyoba, meminta perusahan agar lebih memperhatikan anak anak di daerah ini,  terutama anak-anak warga suku Boeng, yang sudah measukan lamaran ke pihak perusahan namun sampai saat ini tidak ada informasi selanjutnya.

"Kami harapkan agar rekrutmen tenaga kerja tidak lagi melibatkan pemerintah Desa Gulo (Kades Gulo), karena kebanyakan laopran yang kami terima bahwa ada interfensi kepala desa sehingga banyak dokumen lamaran dari desa Boeng tidak tahu entah kemana," kata Joshua.

Secara terpisah, Bupati Halut. Frans Manery,  mengatakan, permasalahan ini akan diselesaikan dengan baik dan PT. EFI sendiri dipercaya bakal mengurangi angka pengangguran di Halut, karena menopang kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Halut.

Di samping itu, dapat mendongkrak roda perputaran ekonomi di wilayah seputaran pertambangan dan Halut Umumnya.

 

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2019