"Kegiatan ritual adat ini disebut Ta'alasi atau pencucian dan pembersihan keramat makam leluhur Upu Pandita Lamuri Matasari dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan di Negeri Pelauw," kata Hery di Ambon, Jumat.
Kehadiran dia ke tempat acara tersebut sekaligus untuk pengecekan pasukan dan memimpin pengamanan jalannya prosesi ritual adat oleh warga setempat.
Sebelum dilakukan prosesi adat, personel pengamanan sudah tiba di tempat acara kemudian dilakukan apel pengecekan personel untuk menjaga tempat tersebut.
Para tokoh adat bersama sekitar 700 warga tiba di lokasi tersebut. Kaum perempuan membawa berbagai sesaji. Mereka kemudian melakukan pembacaan doa di makam keramat masing-masing "soa" oleh tokoh adat, lalu dilanjutkan pembersihan makam.
Ritual adat yang merupakan tradisi turun-temurun warga di daerah itu juga ditandai dengan penggantian dan pemasangan atap-atap rumah keramat yang sudah rusak.
Prosesi adat diakhiri dengan makan "patita" atau makan bersama oleh seluruh warga dan tokoh adat, diikuti pula oleh Wakapolresta Hery Budianto dan jajarannya.
"Ritual adat Ta'alasi pencucian keramat ini merupakan tradisi masyarakat Pelauw maupun negeri tetangga mereka Kailolo yang sudah dilakukan sejak turun-temurun dan terus dipertahankan," ujar Hery.
Pewarta: Daniel LeonardEditor : Lexy Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2026