Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur, Kristianto mengatakan, letusan dari gunung setinggi 1700 meter dari permukaan laut itu disertai hujan abu, membuat warga berlairan menyelamatkan diri..
" Letusan terjadi pada pukul 17.57 Wit, amplitude 26 mm, dengan lama gempa sekitar 15 menit," katanya.
Kristianto mengatakan, letusan hanya terjadi satu kali yang menyemburkan abu hitam kelabu dan tebal setinggi 1000 meter di atas puncak gunung dan condong ke selatan.
"Hembusan asap umumnya berwarna putih tebal dengan tekanan lemah, tinggi sekitar 100 meter di atas puncak dan condong ke arah timur laut," katanya.
Sebagian warga yang tinggi di sekitar kaki Gunung Gamalama seperti Marikurubu dan Moya nampak berlarian keluar rumah demi mengantisipasi berbagai kemungkinan adanya letusan susulan yang membahayakan keselamatan jiwa dan harta.
Sementara itu, Humas Pusat Kendali Bencana Alam Kota Ternate, Sutopo Abdullah, meminta warga kota Ternate tidak panik tetapi tetap waspada.
"Kami berharap warga Ternate tidak panik, tapi harus tetap waspada. Pusat Kendali Bencana Alam Kota Ternate pasti akan menyampaikan apa yang harus dilakukan warga terkait meletusnya kembali Gunung Api Gamalama," katanya.
Saat berita ini diturunkan, status Gunung Gamalama di Kota Ternate masih siaga level III, meskipun aktivitas gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut itu mulai menunjukkan peningkatan.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.