Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kota Ternate Yakub Ibrahim mengatakan di Ternate, Minggu, gerakan menanam cabe tersebut akan diawali di semua sekolah, terutama yang memiliki halaman cukup luas.
Instansi itu telah menyediakan sedikitnya 30.000 benih cabe untuk dibagikan pada sekolah di Kota Ternate untuk ditanam oleh siswa pada halaman di sekolah masing-masing, baik dengan sistim bedengan maupun pot atau kantung plastik.
Yakub mengatakan, penanaman cabe di setiap sekolah itu diharapkan dapat mendorong masyarakat di sekitarnya untuk ikut menanam cabe, baik di kebun maupun di pekarangan masing-masing dengan menggunakan cara yang sama (bedengan atau pot).
Jika setiap warga di Kota Ternate menanam cabe maka ketergantungan pada daerah lain bisa dikurangi, karena warga sudah bisa memenuhi sendiri kebutuhannya akan cabe, bahkan bagi warga yang memiliki lahan yang cukup luas bisa menjual produksinya ke pasar.
"Selama ini jika pasokan cabe dari daerah lain, seperti dari Manado ke Ternate terhambat mengakibatkan harga cabe di daerah ini melonjak sampai Rp100 ribu per kg, tapi kalau gerakan menanam cabe tersebut berhasil hal itu takkan terjadi lagi," katanya.
Gerakan menanam cabe tersebut juga akan diikuti dengan jenis tanaman hortikultura lainnya seperti tomat karena sampai saat ini kebutuhan tomat di Kota Ternate juga bergantung dari daerah lain, sehingga jika terjadi keterlambatan pasokan harganya langsung melambung.
Sejumlah kepala sekolah di Ternate menyambut positif program Pemkot Ternate yang akan menjadikan sekolah sebagai pelaku dalam gerakan menanam cabe tersebut, karena akan menjadi sarana pembelajaran kepada siswa.
"Saya rasa program Pemkot Ternate tersebut sangat bagus, karen kami menjadikannya sebagai media pembelajaran kepada siswa sekaligus bisa menjadi sumber pendapatan bagi sekolah dari hasil penjualan cabe yang ditanam para siswa," kata salah satu Kepala Sekolah SMA di Ternate, Malik.
Pewarta: La Ode Aminuddin: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.