Kepala BPS Malut, Adhi Wiriana mengatakan di Ternate, Senin, penghitungan inflasi Kota Ternate didasarkan pada hasil pemantauan/pendataan harga barang dan jasa yang dilakukan oleh BPS pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Ternate.
Menurut dia, dari 14 kota di kawasan timur Indonesia, inflasi di Kota Ternate merupakan tertinggi kedua setelah Kota Manado (1,01 persen), sedangkan inflasi terendah terjadi pada Kota Jayapura sebesar 0,01 persen.
"Dari hasil pendataan tersebut diperoleh bahwa selama November 2012 Kota Ternate mengalami deflasi 0,84 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134, pada September 2012 menjadi 134,54 pada Oktober 2012," katanya.
Ia mengatakan, inflasi Kota Ternate 2012 ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan deflasi Oktober 2011 yang tercatat sebesar -0,59 persen. Dengan terjadinya inflasi tersebut, laju inflasi year on year Kota Ternate menjadi sebesar 4,32 persen.
Selain itu, pada November 2012, lima kelompok komoditas mengalami inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.
Sedangkan kelompok bahan makanan serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami deflasi.
Adhi mengatakan, adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok barang dan jasa tersebut adalah sebagai berikut, kelompok bahan makanan 3,49 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau -0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,17 persen.
Begitu pula untuk kelompok sandang 0,17 persen, kelompok kesehatan 0,24 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan stabil.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain kacang panjang, ketimun, bayam, bunga, pepaya, bawang putih, buncis, sawi hijau, ayam bakar, upah pembantu rumah tangga, emas perhiasan, tarif angkutan udara dan beberapa komoditas ikan segar seperti ikan tude, ekor kuning, bubara dan goropa.
Sementara itu komoditi yang mengalami penurunan harga yakni beberapa komoditi ikan segar seperti cakalang, lolosi, dan tongkol, cakalang asap, bawang merah, tomat sayur, cabe merah, cabe rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, kangkung, wortel dan kentang.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.