"Saya meragukan informasi tersebut karena keberadaan warga negara asing (WNA) pasti cepat diketahui para penambang maupun warga sekitar kawasan Gunung Botak," kata Bupati Ramly Umasugi ketika dikonfirmasi ANTARA dari Ambon, Jumat.
Apalagi, aktivitas penambangan emas yang ditutup sejak 5 Desember 202 itu juga diawasi personil Polisi maupun TNI-AD.
"Minimal sekiranya ada WNA, maka intelijen telah melacak dan pastinya saya dalam kapasitas sebagai pimpinan di Buru telah dilaporkan," ujarnya.
Bupati Ramly Umasugi mendukung Imigrasi Ambon yang sedang melakukan penyelidikan WNA asal Afganistan yang diinformasikan bekerja sebagai penambang emas liar itu.
"Saya mendukung penyelidikan tersebut karena berkaitan dengan WNA yang masuk ke Buru maupun bekerja secara liar sehingga pastinya merugikan negara," tandasnya.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.