"Kami tidak mau karyawan yang bekerja di mall ini didatangkan dari luar semua tetapi kami mengakomodir putra daerah untuk membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran," kata Pimpinan MCM Wellem Daniel Kurnala, di Ambon, Jumat.
MCM beroperasi diawali dengan peresmian gerai ke-83 Hypermart oleh Gubernur Maluku Karel Abert Ralahalu, Kamis (23/5).
Menurut Wellem Kurnala, ribuan tenaga kerja tersebut sekitar lima persen merupakan tenaga profesional yang didatangkan dari luar Maluku, dan mereka juga mendidik anak-anak daerah agar bisa terampil dan menguasai bidang tugasnya masing-masing.
"Kami datangkan tenaga profesional dari luar untuk mendidik anak-anak kita bagaimana cara melayani konsumen agar bisa menarik perhatian dengan menunjukan sikap yang ramah dan sopan," katanya.
Ia menyatakan masih banyak peluang investasi di Maluku karena berbicara masalah ini tidak hanya dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun saja tetapi untuk jangka panjang ke depan.
"Kami berani membuka investasi mall ini karena melihat prospek ke depan sangat besar apalagi animo masyarakat Maluku untuk berbelanja sangat tinggi sehingga tidak diragukan lagi keberadaannya," ujar dia.
MCM lanjutnya, merupakan aset bersama masyarakat Maluku karena keberadaanya tidak hanya tempat berbelanja bagi masyarakat kelas menengah ke atas tetapi juga masyarakat menengah ke bawah dan bisa memanfaatkannya.
"Gerai hypermat misalnya yang sudah dibuka menyediakan kebutuhan sayur-sayuran, buah-buahan dan ikan-ikan segar itu semua tidak didatangkan dari luar tetapi bekerja sama dengan petani dan nelayan di daerah ini untuk memasoknya," kata Wellem Kurnala.
Karena itu, dirinya meminta masyarakat Maluku khususnya di Ambon agar melihat mall ini sebagai aset bersama, sehingga diharapkan dapat memelihara dan menjaga keamanannya dengan baik.
"Mall ini milik kita bersama sebab segala macam kebutuhan tersedia, karena itu tanpa memandang latar belakang suku, agama dan golongan semuanya bisa berakses dan saling berintereaksi di sini, sehingga keamanannya harus dijaga bersama," ujar dia.
Pewarta: Penina MayautEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.