"Saya setelah mencermati hasil penelitian tim ahli dari Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu lalu mendukung pemekaran Kabupaten Gorom dan Wakate serta Kota Bula," katanya, di Ambon, Senin.
Bahkan, Kabupaten Gorom dan Wakate diprogramkan menjadi proyek percontohan pemekaran gugus pulau sebagai karakteristik Maluku.
"Bayangkan di daerah yang akan dijadikan Kabupaten Gorom dan Wakate wilayahnya berupa kepulauan dengan potensi sumber daya alam (SDA), terutama hayati laut bernilai ekonomis sehingga berprospek strategis," ujarnya.
Begitu pun, pesona wisata bahari yang miliki karakteristik komparatif dengan lingkungan masih asri.
"Jadi wilayah tersebut saatnya dimekarkan dengan konsep gugus pulau agar bisa menyejahterakan masyarakat yang pastinya didukung pembangunan infrastrukur," kata Gubernur.
Dia mengimbau komponen bangsa yang mengatasnamakan diri berasal dari Kabupaten Seram Bagian Timur hendaknya tidak mempolitisasi program pemekaran Kabupaten/Kota.
"Saya pahami program pemekaran ini mau dibawa ke ranah politik. Namun, pastinya tim ahli dari UI berdasarkan penelitian meyakinkan Seram Bagian Timur layak dimekarkan, terutama Kabupaten Gorom dan Wakate," tegasnya.
Pemekaran Kabupaten Gorom dan Wakate diperjuangkan bersamaan dengan pulau - pulau Terselatan dari Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD) .
Gorom dan Wakate dimekarkan dari Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan pulau - pulau Terselatan di Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD).
"Proposal dua Kabupaten tersebut telah disampaikan ke Komisi II DPR - RI dan Kemendagri dengan harapan ditindaklanjuti setelah pelantikan legislator periode 2014 - 2019.
Pulau - pulau Terselatan itu secara geografis dekat dengan negara tetangga Timor Leste, sedangan Gorom dan Wakate berbatasan dengan Provinsi Papua.
Gorom dan Wakate berada di pulau Seram yang telah miliki Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB) dan SBT, sedangkan pulau - pulau Terselatan ini berada d wilayah Kabupaten MBD yang dimekarkan dari Maluku Tenggara Barat (MTB).
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.