"Memang pada November 2014, Malut tercatat melakukan ekspor Kopra sebesar 690,34 ribu dolar ke Filipina dan volume ekspor Malut pada November 2014 sebesar 1,48 ribu ton atau turun sebesar 51,46 persen dibanding dengan bulan Oktober sebesar 3,04 ribu ton," kata Kepala BPS Malut, M Habibullah di Ternate, Senin.
Ia mengatakan, secara kumulatif ekspor Malut Januari-November 2014 sebesar 28,82 juta dollar menurun sebesar 95,59 persen dibandingkan dengan ekspor Januari-November 2013 sebesar 653,59 juta dollar.
Secara kumulatif volume ekspor Malut Januari-November 2014 sebesar 659,81 ribu ton terjadi penurunan sebesar 96,16 persen dibandingkan dengan volume ekspor Januari-November 2013 sebesar 17,18 juta ton.
Menurut Habibullah, negara tujuan ekspor Malut pada Januari-November 2014 adalah Cina, Filipina dan Yunani dengan kontribusi masing-masing sebesar 64,40 persen, 29,79 persen, dan 5,81 persen.
Nilai Ekspor Indonesia November 2014 sebesar 13,62 miliar dollar dan Januari-November 2014 sebesar 161,67 miliar dollar, begitu pula untuk nilai impor Malut pada November 2014 sebesar US$1,93 juta mengalami peningkatansebesar 206,17 persen bila dibandingkan dengan Oktober 2014 sebesar 629,07 ribu dollar.
"Secara kumulatif impor Malut Januari-November 2014 sebesar 9,74 juta dollar terjadi peningkatan sebesar 108,53 persen dibandingkan dengan impor Januari-November 2013 sebesar 4,67 juta dollar," katanya.
Sedangkan pada November 2014 Malut tercatat melakukan impor berupa bahan bakar mineral dari
Singapura sebesar 559,72 ribu dollar, serta plastik dan barang dari plastik, gumpalan, kain kempa dan bukan tenunan, tutup kepala dan bagiannya, barang dari batu, gips, semen, asbes, mika atau bahan sejenisnya, besi dan baja.
Begitu pula ada barang dari besi atau baja, macam-macam barang logam tidak mulia, mesin dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik serta bagiannya,kendaraan selain yang bergerak di atas rel serta perabot rumahtangga dari Cina masing-masing sebesar 3,22 ribu dollar, 3,34 ribu dollar, 1,45 ribu dollar, 1,10 ribu dollar, 1,32 ribu dollar, 8,79 ribu dollar, 5,80 ribu dollar, 1,02 juta dollar, 21,51 ribu dollar, 3,59 ribu dollar dan 294,61 ribu dollar.
"Volume impor Malut pada November 2014 sebesar 1,79 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 79,28 persen dibandingkan dengan Oktober 2014 sebesar 1.000 ton," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.