Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat di daerah.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi kerakyatan yang menekankan pemberdayaan sektor produktif berbasis potensi lokal,” kata Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Senin.
Hal itu dikatakannya saat meninjau pameran UMKM yang diikuti para pelaku usaha lokal di Pelabuhan Ina Marina, Maluku Tengah.
Menurut dia, para pelaku usaha di Maluku harus dapat berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk menjaga kualitas produk sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Produk-produk UMKM Maluku memiliki potensi besar. Dengan inovasi, kreativitas, dan dukungan promosi yang tepat, hasil karya masyarakat bisa menjadi kebanggaan daerah sekaligus penggerak ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Gubernur.
Apalagi, beberapa potensi Maluku kini mulai dilirik pasar domestik mulai dari kerajinan anyaman, tenun ikat, kuliner khas Maluku Tengah, olahan rempah pala, minyak kayu putih, hingga produk fesyen dan aksesoris berbahan lokal.
Lebih dari itu, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Maluku saat ini terdapat lebih dari 85 ribu pelaku UMKM di Maluku, yang menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nonmigas daerah.
Karena itu, kata dia, Pemprov Maluku terus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM melalui berbagai program strategis seperti fasilitasi akses permodalan melalui kerja sama dengan Bank Maluku-Malut, Bank Indonesia, dan lembaga pembiayaan mikro.
“Pemerintah juga memberikan pelatihan manajemen usaha, literasi keuangan, dan digitalisasi pemasaran bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM serta instansi terkait hingga pendampingan sertifikasi produk dan perizinan usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” jelasnya.
“Pemerintah ingin memastikan UMKM bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh dan naik kelas. Kita dorong agar UMKM Maluku mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor, terutama untuk produk rempah, hasil laut olahan, dan kerajinan berbasis budaya,” tambah Lewerissa.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026