Ambon (Antara Maluku) - Komisi A DPRD Maluku mendesak pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk mengungkap empat kasus penembakan warga sipil yang dilakukan orang tak dikenal di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

"Kami mendukung desakan teman-teman komisi agar DPRD sebaiknya membentuk pansus dan memberikan rekomendasi kepada aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini," kata Ketua Komisi A DPRD setempat, Melki Frans di Ambon, Kamis.

Sebab insiden ini telah membuat warga di Kecamatan Saparua tidak merasa nyaman dan saling curiga antara beberapa desa di jasirah tenggara Pulau Saparua seperti Siri Sori Islam, Siri Sori Amalatu, Tuhaha, Ouw maupun Desa Ulath.

Menurut Melki, institusi Polri sebenarnya punya kemampuan luar biasa dan sudah dikenal dunia internasional karena mampu menangkap para penjahat yang terlibat kasus terorisme sampai bandar narkoba kelas kakap.

"Pulau Saparua yang begitu kecil, masa sampai hari ini tidak bisa ketahuan siapa oknum yang terus menembaki warga sipil," katanya.

Dia menyarankan agar Polres Ambon dan Pulau-Pulau Lease maupun Polda Maluku meminta bantuan Mabes Polri menurunkan tim Densus 88 atau intelijennya untuk mengungkap siapa pelaku penembakan di Saparua.

Langkah ini bisa diambil kalau memang Polda Maluku terbentur masalah sumber daya manusia dan personel yang masih terbatas.

Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae mengatakan, wacana pembentukan pansus bisa saja diwujudkan kalau memang sangat diperlukan.

"Pansus menjadi sesuatu yang niscaya, kalau sekiranya penting maka perlu dibentuk untuk tindaklanjuti mencaritahu lebih jauh persoalannya seperti apa," ujar Edwin.

Dia juga berharap ada agenda lanjutan untuk membahas persoalan keamanan secara utuh karena keamanan di Maluku Tengah sangatlah urgent untuk DPRD dan Pemda maupun seluruh stakeholder duduk bersama mencari solusi.

Wilayah Malteng itu ada negeri yang berkonflik, persoalannya apakah konflik ini disebabkan dinamika masyarakat yang tinggi atau persoalan kesejahteraan.

Ini yang menjadi tugas pemerintah daerah dan DPRD berkewajiban meneliti dan mengidentifiksi persoalannya agar solusi yang ditawarkan bisa komprehensif.

"Kalau tidak, TNI-Polri dan Pemda akan menjadi pemadam kebakaran, tiap ada masalah mereka datang untuk menyelesaikan dan tugas DPRD untuk menyuarakan suara rakyat mau bilang kepada pemda, TNI dan Polri duduk bersama identifikasi akar permasalahan untuk cari solusi," ujar Edwin.

Pewarta: Daniel Leonard
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026