Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memfokuskan penguatan energi dan ekonomi pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
"Murenbang ini kami lakukan dengan mengusung tema penguatan ketahanan pangan, energi, ekonomi produktif dan inklusif," kata Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Selasa.
Gubernur menyampaikan Musrenbang ini, menjadi tahapan krusial bagi seluruh kepala daerah serta merupakan fondasi awal mensinergikan pembangunan jangka menengah daerah.
“Untuk itu, pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi besar Pemerintah Provinsi Maluku yakni, transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera, menyongsong Indonesia Emas 2045, yang tertuang dalam tujuh misi Sapta Cita, dan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” terangnya.
Dalam implementasinya sesuai dengan Astacita Presiden Prabowo dan Saptacita Pemprov Maluku beberapa fokus penguatan energi dan ekonomi pada Musrenbang) itu yakni meningkatkan penggunaan energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan hidro untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Selain itu juga akan mengembangkan infrastruktur energi yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan aksesibilitas energi.
Salah satu yang sedang digencarkan saat ini adalah memaksimalkan Blok Migas Masela yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional Indonesia dengan kapasitas produksi yang diharapkan mencapai 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA) Liquefied Natural Gas (LNG), 150 juta standar kaki kubik per hari gas pipa, dan sekitar 35.000 barel kondensat per hari, dengan target operasional pada kuartal IV 2029.
"Dari Proyek Masela juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Maluku," katanya.
Dalam bidang ekonomi pihaknya berupaya untuk meningkatkan investasi di sektor-sektor yang strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan ketahanan ekonomi.
Serta meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi.
Sementara itu sebagai wujud pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian pembangunan di Wilayah Provinsi Maluku, Gubernur Hendrik berharap kepada seluruh bupati/wali kota untuk segera melaksanakan percepatan penuntasan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, pembentukan koperasi merah putih dan percepatan pembentukan dan penyelenggaraan sekolah rakyat.
Dirinya menambahkan, dengan sinergi kebijakan dan kerja sama semua pihak maka yakin dapat mengatasi tantangan tersebut dan menjaga stabilitas sosial yang kondusif demi mewujudkan kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026