Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) ikut melakukan penanaman jagung secara serentak dalam mewujudkan program Indonesia Swasembada Pangan 2025.
"Pemprov Malut, mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, salah satunya adalah Astacita nomor dua yang terkait dengan Swasembada Pangan," Asisten III Setda Pemprov Malut, Asrul Gailea di Sofifi, Rabu.
Penanaman Jagung Serentak Kuartal III sebagai Program Ketahanan Pangan Nasional, di area Lahan Perhutanan Sosial yang dihadiri Pemprov Malut, Wakapolda Malut, Jajaran Forkopimda Malut.
Prosesi kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung, Asisten III didampingi Wakapolda, serta Unsur Forkopimda secara simbolis melakukan penaburan benih jagung.
Selain jagung juga dilakukan penanaman pohon kenari sebanyak 200 pohon.
Penanaman jagung serentak dipusatkan di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, Ketua Komisi IV DPR RI, Kapolri, Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, Dirut Bulog, Kepala Badan Pangan Nasional, Gubernur Jawa Tengah, Kapolda Jawa Tengah, Bupati Grobogan, melakukan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III, sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian dan pencapaian swasembada pangan yang disaksikan secara daring oleh tamu undangan.
Laporan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan di 2025 Polri menargetkan penanaman jagung 1 juta hektare dengan estimasi panen sebesar 4-10 juta ton.
"Pada kuartal I-II telah dilakukan penanaman seluas 344,524 hektare dengan total panen 2 juta ton," ujar Kapolri.
Total saat ini secara nasional lahan yang telah ditanami 795.339,53 hektare dimana 367.249 hektare berupa lahan perhutanan sosial. Sedangkan pada kuartal III 431.233,36 hektare akan ditanam secara nasional, papar Listyo Sigit.
Kapolri mengatakan, guna menjamin seluruh panen terserap secara optimal, Polri bersama pemangku kepentingan terkait menjalin kerja sama ekspor 20 ribu ton jagung yang dilakukan secara bertahap.
Ke depan Polri akan terus menambah alsintan, penyuluh pertanian dan dukungan pihak swasta dalam rangkaian dukungan peningkatan volume hasil panen serta terus meningkatkan sinergitas bersama Perum BULOG untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen, tutup Kapolri.
Sedangkan, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto menuturkan Indonesia harus cepat mencapai swasembada, maka perlu adanya gotong royong kolaborasi anak bangsa termasuk Polri TNI di dalamnya.
"Polri TNI bekerja sangat luar biasa mulai dari pencarian lahan sampai perekrutan Bintara Ahli Pertanian yang khusus berfokus dalam mendukung percepatan ketahanan pangan," ujarnya.
Sedangkan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo ini luar biasa, komitmen kuat swasembada dalam waktu 1 tahun.
"Pak Presiden ini luar biasa, dalam mewujudkan swasembada pangan sangat kuat, hanya 1 tahun," ujarnya.
