"Kami targetkan dalam waktu dekat akan melakukan pemasangan tanda rambu lalu lintas dan imbauan di sejumlah kawasan rawan kecelakaan," kata Kadishub setempat, Pieter Saimima, di Ambon, Jumat.
Ia mengatakan, rambu lalu lintas akan dipasang dimulai dari pusat kota hingga kawasan Passo kecamatan Baguala yakni kawasan yang rawan terjadinya kecelakaan.
"Pemasangan rambu lalu lintas telah ditargetkan sejak lama tetapi kami terfokus pada penertiban parkir dan transportasi, sehingga pemasangan rambu baru akan dilaksanakan," katanya.
Menurut Pieter, sejumlah kawasan di Ambon termasuk rawan kecelakaan karena banyak tanjakan, tikungan yang cukup curam sehingga harus diwaspadai.
Imbauan yang akan dipasang berupa jangan kebut-kebutan, jangan saling mendahului, bunyikan klakson di setiap belokan.
"Sejumlah kawasan di Ambon khususnya di Halong, Lateri dan Batu merah merupakan daerah rawan kecelakaan dan menjadi perhatian untuk dilakukan pemasangan rambu lalu lintas, agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendaraan," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemasangan rambu dan imbauan bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di Ambon.
"Kami berharap pemasangan rambu lalu lintas dapat membuat para pengendara dapat lebih tertib dalam berlalu lintas sehingga angka kecelakaan dapat berkurang," tandasnya.
Diakui Pieter, peristiwa tabrakan beruntun yang terjadi di Halong, kecamatan Baguala pada Jumat (27/3) pukul 08.30 WIT menjadi perhatian pihaknya.
Tabrakan tersebut mengakibatkan tujuh warga meninggal dunia, dan belasan korban lainnya mengalami luka ringan dan berat.
"Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi kami, karena di Halong merupakan kawasan rawan kecelakaan sehingga harus menjadi perhatian bersama pemerintah dan masyarakat," katanya.
Pewarta: Penina Mayaut: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.