Ambon (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo memulai pembangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku sebagai komitmen memperkuat konektivitas nasional khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

“Pembangunan ini merupakan bagian dari transformasi usai merger Pelindo untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi dan bertaraf internasional,” kata Wakil Direktur Utama Pelindo Hambra Samal di Ambon, Kamis.

Menurutnya sebagai sub hub di kawasan timur, Pelabuhan Ambon memegang peran strategis dalam mendukung mobilitas logistik dan penumpang

Saat ini, terminal penumpang memiliki kapasitas 600 orang di atas lahan 1.500 meter persegi. Padahal, data arus penumpang angkutan Lebaran 2025 mencatat lebih dari 1,18 juta penumpang atau meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya.

Terminal baru akan dibangun bertahap, diawali dengan gedung seluas 3.200 meter persegi berkapasitas 1.800 penumpang. Fasilitas pendukung seperti ruang tunggu nyaman, ruang ibu dan anak, area check in, serta garbarata akan disiapkan secara bertahap.

Pembangunan ini juga diyakini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan sektor transportasi, UMKM, dan pariwisata bahari. Infrastruktur pelabuhan yang baik dinilai mampu meningkatkan daya saing daerah serta kepercayaan investor.

Di sisi lain, elektrifikasi dua unit Quay Container Crane (QCC) yang sebelumnya berbasis diesel menjadi langkah efisiensi dan ramah lingkungan.

Inisiatif ini turut mendukung peningkatan throughput peti kemas yang tumbuh 15 persen hingga pertengahan 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Senada dengan Hambra, Executive Director 4 Pelindo Regional 4  Abdul Azis menambahkan  pembangunan terminal merupakan bagian dari peta jalan  transformasi Pelindo.

Pihaknya menargetkan pelaksanaan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat.

“Kami ingin terminal baru ini menjadi simbol kemajuan Maluku dan pusat aktivitas ekonomi rakyat,” ujar dia.

Sementara itu Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan sebagai provinsi kepulauan, lebih dari 90 persen wilayah Maluku terdiri dari laut, sehingga transportasi laut menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Ia menilai Pelabuhan Yos Sudarso Ambon memiliki posisi strategis sebagai simpul konektivitas antarwilayah, baik di dalam Maluku maupun ke provinsi lain seperti Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

“Terminal penumpang yang representatif adalah keharusan, karena bukan hanya tempat tunggu, tapi wajah pelayanan publik,” ujar gubernur.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026