Ambon (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku memperkuat peran UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi inklusif lewat penyelenggaraan Festival Maluku Manggurebe pada 2–4 Oktober 2025.
"Kegiatan ini merupakan program strategis regional tahunan BI sebagai bagian dari strategi mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM, industri kreatif, pariwisata, serta digitalisasi sistem pembayaran di daerah," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali di Ambon, Jumat
Ia menyampaikan hal itu saat membuka festival di Taman Pattimura Ambon dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Membangun Kreativitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Inklusif”.
Menurut dia, BI senantiasa berkomitmen untuk mendorong peningkatan kinerja UMKM serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Maluku dan nasional.
Festival Maluku Manggurebe yang ke-5 dilaksanakan dalam bentuk kurasi UMKM dan pameran produk UMKM diikuti 58 UMKM unggulan dari sektor makanan,minuman, wastra, ready to wear, produk kerajinan, serta kolaborasi dengan Dekranasda Provinsi dan Dekranasda tujuh kabupaten kota menghadirkan produk unggulan daerah.
Selain itu,BI Maluku menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat, serta menggali potensi dan kreativitas masyarakat, melalui rangkaian talkshow ekonomi dan kegiatan lomba.
Selanjutnya, dalam rangka mendukung program pengendalian inflasi di daerah, pada Maluku Manggurebe turut dilaksanakan kegiatan gerakan pasar murah berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku dan Bulog yang menyediakan berbagai komoditas pangan strategis.
Selain itu, penguatan sinergi bersama pemangku kepentingan berupa penyediaan layanan masyarakat pada booth beberapa instansi, antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum, Perbankan, Samsat, Pegadaian, Bursa Efek Indonesia (BEI), Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Untuk memperluas digitalisasi sistem pembayaran, khususnya melalui akseptasi QRIS, BI Maluku menyelenggarakan QRIS Splash Run pada 4 Oktober 2025 yang diharapkan dapat mendorong peningkatan volume transaksi QRIS oleh masyarakat, UMKM, serta pelaku pariwisata.
Ia memaparkan hingga Semester I 2025, jumlah merchant QRIS di Maluku telah mencapai 97,2 ribu dengan jumlah pengguna sekitar 153,3 ribu, dan nilai transaksi mencapai Rp661 miliar.
"Dengan capaian tersebut, perluasan QRIS di Maluku diharapkan dapat semakin mendukung kemajuan UMKM dan pariwisata di Bumi Negeri Raja-Raja," kata dia.
Melalui kegiatan Festival Maluku Manggurebe, Bank Indonesia bersama Pemerintah dan instansi terkait terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM dan mendorong replikasi praktik terbaik secara lebih luas.
"Sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata serta dampak yang berkelanjutan dan inklusif bagi promosi dan pengembangan produk UMKM serta industri kreatif Maluku sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Maluku," kata dia.
Turut hadir pada kegiatan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, serta Forkopimda dan pemangku kepentingan terkait.
Pewarta: Winda HermanUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026