Ambon (ANTARA) -

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengerahkan  280 personel untuk mengamankan Banda Heritage Festival (BHF) 2025 yang berlangsung 26–29 November di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah.

“Ini adalah even yang mengangkat nama Maluku sekaligus etalase profesionalisme Polda Maluku. Kita harus tampil sungguh-sungguh, disiplin, dan berstandar tinggi,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, di Ambon, Sabtu. 

Hal ini disampaika dalam Rapat Kesiapan Pengamanan BHF 2025  dihadiri Wakapolda, para Pejabat Utama, serta jajaran kewilayahan yang terhubung secara virtual.

Iamenekankan bahwa BHF adalah agenda nasional yang membutuhkan pengamanan bertaraf tinggi karena dihadiri wisatawan domestik, mancanegara, hingga para menteri.

BHF 2025 mengusung tema “Napas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam” dan diprediksi menyita perhatian publik dengan konsentrasi massa dalam jumlah besar. Kapolda menegaskan pentingnya kesiapan Polri untuk menunjukkan profesionalisme dalam event berskala nasional tersebut.

Kapolda juga mengingatkan bahwa letak Maluku yang jauh dari pusat pemerintahan tidak boleh menjadi alasan menurunnya standar pelayanan kepolisian. Selain pengamanan ketat, ia meminta setiap personel menonjolkan sikap humanis dan komunikatif selama bertugas.

“Pengamanan bukan hanya soal menjaga, tetapi memberi rasa nyaman. Sikap ramah harus berjalan seiring dengan profesionalisme,” ujarnya.

Pengamanan VIP menjadi perhatian khusus, terutama bagi pejabat setingkat menteri. Kapolda menetapkan bahwa seluruh pengaturan Walpri dan Patwal harus mengikuti SOP dan berada dalam kendali penuh Polda Maluku.

Dalam rapat, ia juga menyoroti sejumlah aspek yang wajib dimatangkan yakni, struktur unsur pengamanan, alur acara, prosedur VIP, manajemen risiko, mekanisme transportasi laut, dan koordinasi lintas fungsi. Seluruh detail pengamanan diminta siap diterapkan tanpa keraguan saat pelaksanaan.

Kapolda menegaskan bahwa BHF bukan hanya panggung pariwisata, tetapi juga momen pembuktian kapasitas institusi kepolisian di Maluku. Pendekatan keamanan kini mengedepankan perpaduan profesionalisme dan pelayanan publik berbasis humanisme.

Selain rapat kesiapan pengamanan, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni juga membuka Latihan Pra Operasi (Latpraops) kesiapsiagaan personel di Aula Basudara Manise.

 

Kegiatan dihadiri Dir Pamobvit, Itwasda, Pejabat Utama Polda Maluku, serta ratusan personel yang terlibat dalam operasi pengamanan.

Wakapolda menegaskan bahwa BHF merupakan agenda strategis pariwisata Maluku yang membawa tantangan besar bagi Polri.

“Latpraops ini untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan, dan memastikan kesiapan personel sebelum operasi dimulai,” katanya.

Ia menggarisbawahi tiga tantangan utama yaitu pengamanan VIP/VVIP, kondisi geografis kepulauan yang menuntut ketepatan mobilisasi logistik dan personel, serta potensi kerawanan seperti lonjakan pengunjung, kriminalitas, gangguan lalu lintas, hingga kedaruratan laut.

Wakapolda memberikan tujuh instruksi strategis, antara lain penguasaan materi, deteksi dini, pengamanan humanis, penegakan hukum akuntabel, prioritas keselamatan, dan etika pelayanan publik.

Latpraops ini menandai kesiapan penuh Polda Maluku untuk menghadirkan pengamanan bertaraf nasional. Pendekatan humanis, koordinasi lintas instansi, dan antisipasi kerawanan di wilayah kepulauan menjadi kunci keberhasilan operasi.

Dengan pengerahan 280 personel dan pola operasi yang disiapkan secara matang, Polda Maluku berharap Banda Heritage Festival 2025 berjalan aman sekaligus memperkuat citra Maluku sebagai destinasi unggulan yang nyaman dan profesional bagi wisatawan.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026