Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menegaskan kembali komitmen untuk menjadikan Pulau Morotai sebagai pusat pertumbuhan baru yang modern dan terintegrasi, dengan kawasan transmigrasi berperan sebagai bagian vital dari ekosistem ekonomi yang lebih besar.
"Kami komitmen jadikan Morotai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi modern mencakup produksi perikanan, pariwisata, dan produk lokal," kata Wagub Malut, Sarbin Sehe saat membuka kegiatan Diseminasi Rencana Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi Kabupaten Morotai di Sofifi, Senin.
Forum ini diselenggarakan untuk menyatukan visi dan menyusun fondasi pembangunan Morotai dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata.
"Kawasan transmigrasi di Morotai bukan hanya tempat pemukiman baru, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi yang lebih besar: pusat produksi, pusat inovasi, dan pusat distribusi hasil perikanan serta produk lokal," ujar dia.
Wagub menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal, serta perlunya dukungan data dan analisis kuat untuk pembangunan sarana dan prasarana seperti pelabuhan, jalan, dan fasilitas produksi.
Ia berharap hasil studi kelayakan yang dibahas dalam forum ini akan memastikan pembangunan Morotai berjalan realistis dan tepat sasaran.
"Morotai adalah wajah masa depan Maluku Utara. Jika kita ingin melihat provinsi ini maju, maka pembangunan Morotai harus kita kelola dengan strategi yang matang dan partisipatif," katanya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Transmigrasi RI, Enda Dumalayak Allo, menyambut baik inisiatif tersebut dan menggarisbawahi kekayaan sumber daya alam Maluku Utara.
Menurut dia kegiatan ini sejalan dengan konsep kementerian untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat ekonomi baru.
"Maluku Utara itu indah dan sangat kaya akan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat berafiliasi dengan konsep kementerian transmigrasi, yakni menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat ekonomi baru," kata dia.
Hadiri dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Malut, Ketua Tim Rencana Teknis Morotai, Staf Ahli Gubernur Malut, Asisten, dan Pimpinan OPD terkait Malut, Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon.
