"Berdasarkan data yang dikantongi Damkar, sebagian besar kebakaran yang terjadi di Ternate akibat musim kemarau sehingga banyak lahan perkebunan warga yang terbakar," kata Kepala Seksi Operasi, Kantor Damkar Kota Ternate Naim Syafar di Ternate, Rabu.
Ia mengatakan, pada Agustus-September, kasus kebakaran yang terjadi di Kota Ternate 40 persen diakibatkan oleh adanya kebakaran hutan dan sisanya masalah arus pendek yang menghanguskan perumahan warga.
Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam melakukan penyambungan aliran listrik serta selalu berkonsultasi atau minimal berkoordinasi dengan pihak PLN jika ada sambungan baru atau pergantian kabel, sebab sangat berbahaya jika dilakukan oleh orang yang tidak punya keahlian.
Damkar disebutnya selalu siap jika ada kebakaran, namun yang terpenting adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan rumah.
"Paling tidak, jika kabel sudah lama, harus diganti dan yang mengganti harus orang PLN karena itu sangat beresiko," ujarnya.
Dirinya meminta masyarakat Kota Ternate untuk segera menghubungi pihak Damkar jika di sekitar lingkungan terjadi kebakaran sehingga bisa segera dilakukan upaya pemadaman agar tidak merembet ke kawasan atau rumah lainnya.
Dia mengaku, pihaknya memiliki lima unit kendaraan pemadam kebakaran, yang siap 1x24 jam untuk melayani masyarakat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Masyarakat yang melaporkan kebakaran juga harus benar-benar, jangan main-main, karena banyak resiko jika laporan tersebut palsu. Jadi kami berharap masyarakat menyadari hal-hal ini," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya saat ini mengantisipasi terjadinya musibah sedini mungkin dengan menempatkan personelnya di berbagai titik sehingga saat terjadi kebakaran tim langsung turun ke lapangan.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026