Ambon (ANTARA) - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon mengevakuasi sebuah kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin di perairan Maluku menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Panana III-9-13.
"KAL Panana III-9-13 di bawah jajaran Kodaeral IX Ambon telah mengevakuasi Kapal Motor Nelayan (KMN) Gelora Laut 04 setelah kapal tersebut terdeteksi terombang-ambing di laut saat pelaksanaan Operasi Rajawali Cakra 25 Tahap III sekitar pukul 11.00 WIT," kata Dankodaeral IX Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Ambon, Jumat.
Ia menjelaskan, radar KAL Panana menangkap sinyal keberadaan kapal nelayan tersebut pada koordinat 03° 51' 57" Lintang Selatan dan 128° 11' 41" Bujur Timur. Menindaklanjuti kontak radar tersebut, tim KAL Panana di bawah komando Gugus Tempur Laut (Guspurla) III segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, dokumen kapal dinyatakan lengkap dan sah. Pihak KMN Gelora Laut 04 kemudian meminta bantuan karena kondisi mesin tidak memungkinkan untuk melanjutkan pelayaran.
“Pihak kapal meminta bantuan untuk ditarik menuju Pelabuhan Perikanan Tantui Ambon karena kondisi mesin yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pelayaran,” ujar dia.
Menanggapi permintaan tersebut lanjutnya, KAL Panana segera melaksanakan aksi pencarian dan pertolongan (SAR) dengan metode penarikan. Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. Pada pukul 13.00 WIT, KAL Panana bersama KMN Gelora Laut 04 tiba dan bersandar dengan aman di Dermaga Perikanan Tantui Ambon.
Setelah memastikan kapal nelayan beserta awaknya dalam kondisi aman, KAL Panana kembali melanjutkan operasi patroli di sektor yang telah ditentukan sesuai rencana operasi.
Sementara itu, nakhoda KMN Gelora Laut 04, Sardi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Komandan dan seluruh kru KAL Panana atas bantuan evakuasi ini. Kehadiran TNI Angkatan Laut di tengah laut sangat membantu kami, sehingga kami dan kapal bisa sampai di pelabuhan dengan selamat,” kata Sardi.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026