Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku memfasilitasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam pelaksanaan asesmen lapangan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Unpatti sebagai bagian dari upaya pengembangan pendidikan kesehatan di Maluku.

Rektor Universitas Pattimura Fredy Leiwakabessy di Ambon, Rabu, mengatakan kegiatan ini untuk memverifikasi dokumen usulan pembukaan program studi serta memastikan kesiapan seluruh persyaratan akademik, sumber daya manusia, dan sarana prasarana pendukung.

“Universitas Pattimura berkomitmen mendukung seluruh proses asesmen ini secara maksimal, termasuk melalui penguatan kerja sama dan kolaborasi dengan rumah sakit pendidikan, dokter spesialis, pemerintah daerah, serta jejaring layanan kesehatan,” kata dia.

Ia menjelaskan asesmen lapangan ini menjadi kesempatan strategis dan bersejarah bagi Universitas Pattimura, khususnya Fakultas Kedokteran, dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di Maluku dan Indonesia timur.

Dia menjelaskan penyelenggaraan PPDS tidak dapat berjalan optimal tanpa sinergi yang kuat antar-seluruh pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, Unpatti terus mendorong kolaborasi berkelanjutan guna memastikan PPDS dapat terlaksana sesuai standar nasional pendidikan tinggi dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Ia berharap, melalui pembukaan program dokter spesialis ini, Unpatti dapat berkontribusi nyata dalam pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis di Maluku, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.

Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti dr Farah Christina Noya mengatakan Unpatti telah berkoordinasi dengan berbagai pihak sebagai pendamping untuk membuka program studi spesialis, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kesiapan akademik.

Fakultas Kedokteran Unpatti menargetkan prioritas utama saat ini ada pada program spesialis bedah. Peserta diutamakan berasal dari kalangan dokter daerah tertinggal terdepan dan terluar (3T) di Maluku dengan dukungan beasiswa dari pemerintah daerah.

Ia menegaskan pentingnya peran RSUD dr M Haulussy dan rumah sakit daerah lainnya sebagai wahana pendidikan.

“Kami mengharapkan dukungan pemda baik dari segi peralatan, sarana, maupun SDM agar rumah sakit daerah dapat berfungsi optimal sebagai pusat pendidikan dokter dan dokter spesialis,” katanya.

Selain program nasional, Unpatti juga menjalin kerja sama internasional dengan Rural Doctors Network (RDN) New South Wales, Australia. Program ini sudah dituangkan dalam nota kesepahaman dan ditindaklanjuti dengan rencana pengajuan proposal ke Kedutaan Besar Australia.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026