Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru bersama Balai Karantina Hewan  Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memperkuat kerja sama pengawasan karantina komoditas unggulan guna mendukung akselerasi potensi ekspor daerah serta menjaga keamanan hayati di wilayah itu.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan dihubungi dari Ambon, Sabtu mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi karantina sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Ia menjelaskan, regulasi tersebut menegaskan peran strategis karantina dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

“Penguatan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk memastikan pengawasan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan berjalan optimal, sekaligus mendukung peningkatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan Kabupaten Buru,” ujarnya.

Pihaknya pun menempatkan sedikitnya 10 petugas di pintu masuk Kabupaten Buru untuk memastikan pengawasan berjalan dengan baik.

Sementara itu, Bupati Buru Ikram Umasugi menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan fungsi karantina di daerahnya.

Ia menegaskan peran karantina sangat strategis dalam menjaga keamanan pangan, melindungi sumber daya alam hayati, serta meningkatkan daya saing komoditas pertanian dan perikanan.

“Kami mendukung penuh upaya karantina dalam melakukan pengawasan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan di wilayah Kabupaten Buru. Sinergi ini penting untuk menjaga kualitas komoditas sekaligus mendorong peningkatan ekspor daerah,” kata Bupati.

Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri, arus lalu lintas media pembawa melalui Pelabuhan Laut Namlea diperkirakan meningkat. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting guna memastikan keamanan dan mutu pangan tetap terjaga bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin solid dalam mempercepat pengembangan potensi ekspor produk unggulan Kabupaten Buru agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menambahkan, Pemkab Buru melakukan pendampingan kepada pelaku usaha lokal agar memenuhi standar dan persyaratan karantina, mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai ketentuan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan.

Kemudian memberikan dukungan administratif dan infrastruktur guna memastikan pelaksanaan tugas karantina berjalan lebih efektif dan mendukung penguatan ekonomi daerah.

Adapun komoditas unggulan Kabupaten Buru mulai dari minyak kayu putih, kayu gaharu, hingga hasil laut berupa perikanan. 



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026