Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mengoptimalkan peran gerakan masyarakat peduli api sebagai upaya menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Haikal Baadila di Ambon, Senin, mengatakan gerakan masyarakat peduli api melibatkan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan agar berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran.
“Gerakan masyarakat peduli api yaitu mereka yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang kami berikan pembinaan serta bantuan alat-alat pemadam kebakaran sederhana,” katanya.
Dengan dibentuk gerakan tersebut, katanya, masyarakat sekitar kawasan hutan dapat membantu pemerintah meminimalkan risiko terjadinya kebakaran, baik akibat aktivitas manusia, pembukaan lahan, maupun faktor alam, seperti cuaca panas.
“Mereka dapat menginformasikan risiko atau peristiwa kebakaran ke Dinas Kehutanan atau pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan peran masyarakat, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku juga menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan, di antaranya pengadaan mobil pemadam kebakaran, alat pelindung diri, serta perlengkapan pendukung lainnya.
“Diharapkan dari sisi sarana dan prasarana, upaya pencegahan ini bisa meminimalkan kebakaran hutan. Kami juga terus memantau potensi titik api di Maluku melalui aplikasi Sipongi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” katanya.
Pihaknya secara intensif melakukan pendekatan dan penyuluhan kepada masyarakat agar menghindari aktivitas berisiko yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok di kawasan hutan, membuat api unggun jauh dari sumber air, hingga membuka lahan dengan cara membakar.
“Maka kami mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga dan melestarikan hutan agar masih bisa dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang,” ujarnya.
Upaya tersebut dinilai penting menyusul terjadinya kebakaran hutan di kawasan Hutan Tanjung Sombayang, Dusun Haria Perat, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, pada Minggu (18/1).
Kebakaran seluas sekitar dua hektare itu berhasil dipadamkan melalui upaya manual masyarakat setempat setelah api berkobar selama beberapa jam.
Saat ini berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, luas kawasan hutan di Maluku mencapai sekitar 3,9 juta hektare yang terdiri atas hutan konservasi seperti Taman Nasional Manusela, hutan lindung, dan hutan produksi.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026