Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku melakukan pemeriksaan kelayakan terhadap 924 ekor kepiting bakau hidup (Scylla spp) yang akan dilalulintaskan ke Jakarta, guna memastikan standar kesehatan dan persyaratan karantina ikan.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Senin (2/2), mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pattimura Ambon di Terminal Kargo Bandara Pattimura sebagai bagian dari pengawasan lalu lintas komoditas perikanan unggulan Maluku.

“Seluruh kepiting bakau yang dilalulintaskan telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan, bebas Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta kesesuaian isi dan jumlah sesuai dokumen,” kata dia.

Ia menjelaskan, setelah dinyatakan sehat dan layak, komoditas tersebut dibebaskan dengan penerbitan Health Certificate melalui aplikasi Single Submission Manajemen (SSM) Ekspor, sebagai bukti pemenuhan standar karantina nasional.

Menurut dia, pengawasan ketat terhadap kepiting bakau hidup diperlukan untuk mencegah penyebaran Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) lintas wilayah, sekaligus menjaga kelestarian sumber daya perikanan di Maluku.

Ia menambahkan, komoditas perikanan yang tidak melalui prosedur karantina berpotensi membawa agen penyakit yang dapat mengganggu ekosistem perairan daerah tujuan.

“Selain melindungi wilayah dari potensi penularan penyakit ikan lintas daerah, kegiatan ini juga mendukung kelancaran distribusi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta pelaku usaha perikanan di Maluku,” ujarnya.

“Penerapan standar karantina juga meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk perikanan Maluku, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar dia.

Ia menegaskan BKHIT Maluku terus memperkuat pengawasan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan sebagai bagian dari peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

BKHIT Maluku juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu mematuhi ketentuan karantina serta memanfaatkan layanan resmi yang tersedia guna memastikan komoditas yang dilalulintaskan aman, sehat, dan dapat diterima di daerah tujuan.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026