Ternate (ANTARA) - Personel Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut) mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi unjuk rasa (unras) di PT. MAL yang berlangsung pada 9 hingga 10 Februari 2026.

"Seluruh personel yang ditugaskan untuk melakukan pengamanan unras di PT MAL mengedepankan sikap humanis dan dialogis, sehingga aspirasi bisa disampaikan sesuai prosedur," kata Tim Negosiator Polres Halteng, Iptu Masqun Abdukish dihubungi, Senin.

Masqun ditunjuk sebagai tim negosiator dalam kegiatan tersebut Nampak terlihat aktif berkomunikasi dengan para peserta aksi untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

Dalam kesempatan itu, personel kepolisian yang melaksanakan pengamanan tampak mengedepankan pendekatan persuasif saat membackup Kepolisian Subsektor Weda Utara guna mengantisipasi kegiatan unjuk rasa di PT. MAL yang berlangsung pada 9 hingga 10 Februari 2026.

Aksi unjuk rasa tersebut didominasi oleh kaum ibu-ibu menyampaikan berbagai aspirasi ke manajemen perusahaan itu.

Meski demikian, situasi tetap terpantau aman dan kondusif di bawah pengamanan personel Polres Halmahera Tengah yang bersiaga di lokasi kegiatan.

Dalam suasana yang santai namun tetap menjalankan tugas, Iptu Masqun yang juga Kasat Lantas Polres Halteng ini nampak duduk bersama warga dan berbincang secara langsung. Pendekatan humanis itu dilakukan sebagai upaya membangun komunikasi yang baik serta menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

Melalui dialog terbuka dan komunikasi yang intensif, kata Masqun, pihak kepolisian berharap setiap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026