Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku Utara menjamin stok pangan tersedia dengan harga terjangkau melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di Kota Ternate dan 9 kabupaten/kota lainnya sebagai langkah konkret menekan inflasi daerah di bulan suci Ramadan.
"Logistik aman sampai akhir Ramadhan. Masalah kelangkaan LPG dua hari lalu sudah teratasi dan stok kembali tersedia kemarin sore. Kami juga berupaya menurunkan harga daging sapi di Ternate yang saat ini Rp150.000 agar turun kembali ke harga sesuai regulasi pemerintah yakni Rp140.000," kata Wagub Malut, Sarbin Sehe di Ternate, Sabtu.
Di Kota Ternate, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pangan meluncurkan 1.000 paket sembako murah. Paket berisi 5 kg beras, 2 kg minyak goreng, dan 2 kg gula pasir (total harga normal Rp170.000) disubsidi besar-besaran sehingga masyarakat cukup membayar Rp50.000 per paket.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi kementerian, termasuk Sekjen Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir, Sekjen Kementan Suwandi, Dirut Bulog, serta para Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Indonesia secara daring
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap stabilitas harga pangan nasional. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak Nasional 2026 yang dipantau secara virtual di 1.218 titik di seluruh Indonesia, termasuk Malut.
Langkah masif ini diambil untuk menjamin pasokan dan keterjangkauan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang meliputi Ramadhan, Idul Fitri, Nyepi, dan Tahun Baru Imlek 2026.
Dalam arahannya, Mentan RI Amran mengungkapkan bahwa ketahanan pangan Indonesia saat ini berada pada posisi yang sangat kuat. Stok beras nasional mencapai 3,4 juta ton pada Februari ini, melonjak dua kali lipat lebih dari tahun sebelumnya yang hanya 1,5 juta ton.
"Ini adalah stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Atas nama Pemerintah, saya memohon kepada pengusaha agar tidak menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ini perintah Presiden Prabowo sebagai panglima tertinggi kita, " tegas Amran.
Menteri Amran juga memaparkan ketersediaan stok pemerintah lainnya, yakni SPHP sebanyak 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500/kg dan minyak goreng sebanyak 700.000 ton dengan harga maksimal Rp15.700/liter.
Mentan menginstruksikan Satgas Pangan dan jajaran Reskrim (Ditreskrimsus) Polri di seluruh daerah untuk bertindak tegas di lapangan. Jika ditemukan ada yang menjual komoditas seperti beras, minyak goreng, dan daging di atas HET, izin usahanya terancam dicabut secara permanen.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026