Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama Pemerintah Belanda memperkuat kerja sama strategis di bidang pendidikan hingga peluang ekspor komoditas unggulan, khususnya rempah-rempah, guna mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Selasa, mengatakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen bersama tim di ruang rapat Gubernur Maluku.
“Hari ini saya merasa terhormat menerima kunjungan Dubes Belanda bersama tim untuk membahas kepentingan bersama kedua negara. Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Belanda kepada Indonesia, khususnya Maluku,” ucapnya.
Ia menjelaskan hubungan antara Maluku dan Belanda telah terjalin panjang secara historis, termasuk keberadaan komunitas besar masyarakat Maluku di Belanda yang berkontribusi di berbagai bidang seperti seni, budaya, hingga olahraga.
Dalam sektor pendidikan, Pemerintah Belanda membuka peluang kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Maluku, antara lain Universitas Pattimura dan Universitas Islam Negeri Abdoel Mutalib Sangadji.
Secara konkret mahasiswa di perguruan tinggi tersebut memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi di Negeri Kincir Angin itu dengan skema beasiswa yang akan dibahas lebih lanjut.
Tak hanya itu, kata dia, para pengajar juga dapat melakukan penelitian lanjutan hingga pengabdian masyarakat bersama perguruan tinggi Belanda yang ditunjuk oleh pemerintah negara itu.
Selain pendidikan, pembahasan juga mencakup kerja sama di bidang infrastruktur serta peluang ekspor komoditas unggulan Maluku ke pasar Belanda.
Ia menambahkan dukungan Pemerintah Belanda terhadap peningkatan SDM Maluku, termasuk melalui program beasiswa seperti LPDP, menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kapasitas generasi muda daerah.
“Kami juga membahas peluang ekspor, terutama komoditas berkualitas dari Maluku untuk dapat masuk ke pasar Belanda. Ini penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu Dubes Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen menyampaikan kesan positif atas kunjungan perdananya ke Maluku.
“Ini adalah kunjungan pertama saya ke Maluku dan saya sangat senang berada di sini. Kita memiliki hubungan ratusan tahun dan komunitas Maluku yang sangat kuat di Belanda,” ujarnya.
Ia menilai potensi kerja sama antara Maluku dan Belanda cukup besar, terutama di bidang pendidikan, olahraga, budaya, serta komoditas ekspor bernilai tinggi seperti rempah-rempah dan mineral.
Menurutnya, hasil pembahasan tersebut akan ditindaklanjuti bersama pemerintah pusat di Jakarta guna mendorong realisasi kerja sama yang lebih konkret.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap kunjungan ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di berbagai sektor.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026