Ternate (ANTARA) - Tim Psikologi Biro SDM Polda Maluku Utara bersama Brimob menghadirkan program trauma healing bagi anak-anak di wilayah terdampak korban bentrok di Halmahera Tengah (Halteng) dengan menghadirkan keceriaan di tengah keterbatasan.
"Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak agar mereka dapat kembali ceria dan menjalani aktivitas seperti sediakala. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pemulihan mental masyarakat," kata Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram dihubungi, Selasa.
Dia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok rentan dalam situasi konflik.
Hal ini dilakukan di tengah situasi usai konflik yang menyisakan trauma, kehadiran Polri menjadi harapan baru bagi anak-anak terdampak.
Sehingga, melalui sentuhan humanis, kegiatan yang berlangsung dengan suasana hangat tersebut diisi dengan berbagai pendekatan psikologis yang menyenangkan, mulai dari permainan, interaksi langsung, hingga pemberian bingkisan kepada anak-anak. Tawa dan senyum mulai kembali terlihat, menggantikan rasa takut yang sebelumnya membekas akibat situasi yang mereka alami.
Dalam momen tersebut, personel Polri tampak membaur tanpa sekat, duduk bersama anak-anak, bercanda, dan memberikan perhatian khusus guna memulihkan kondisi psikologis mereka secara perlahan. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak kembali merasa aman dan nyaman.
Kabid Humas menegaskan, sinergi antara Polri dan berbagai pihak akan terus dilakukan guna memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat bangkit dari kondisi sulit pascakonflik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan luka batin yang dialami anak-anak dapat berangsur pulih. Kehadiran Polri pun diharapkan mampu menjadi simbol perlindungan dan rasa aman, sekaligus sahabat bagi masyarakat dalam setiap situasi.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026