Ternate (ANTARA) - Basarnas melalui Kantor SAR Ternate berkolaborasi bersama BNPB, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) dan Pemkot Ternate melakukan droping bantuan logistik ke pulau Batang Dua menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandudewanata.

"Kepedulian Polri terhadap masyarakat terus ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan dengan cara menyasar puluhan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di tengah kondisi pengungsian," kata Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Wahyu Istanto Bram saat dihubungi dari Ternate, Selasa.

Dalam kegiatan ini petugas melakukan pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV), pemberian obat-obatan sesuai keluhan, serta observasi perkembangan kondisi kesehatan warga yang mengalami sakit.

Menurut dia, sebanyak 43 warga mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 40 orang dewasa dan 3 balita. Kehadiran petugas kesehatan dari Polri ini pun disambut antusias oleh warga, yang merasa terbantu dengan pelayanan langsung di lokasi pengungsian.

Ia menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak dan berada di pengungsian.

"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga, terutama bagi saudara-saudara kita yang saat ini berada di pengungsian. Ini adalah wujud kepedulian dan komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia juga menambahkan sinergi antara Polri dan instansi terkait akan terus diperkuat guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, kata dia, diharapkan kondisi kesehatan warga tetap terpantau dengan baik serta dapat mencegah timbulnya penyakit di lingkungan pengungsian. Polri pun berkomitmen untuk terus hadir, tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat dalam setiap situasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate Iwan Ramdani dihubungi di Ternate, Selasa, mengatakan kapal tersebut membawa bantuan logistik dari BNPB, Pemprov Malut serta Pemerintah Kota Ternate dan Bantuan dari BPBD Kota Ternate, Wasana Sentra Bahagia Ternate, Dinas Sosial, Harita Nickel maupun instansi terkait lainnya.

Menurut Iwan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh proses penanganan setelah bencana dilakukan secara cepat, terkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta pihak terkait, seperti TNI/Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, BMKG, PUPR, Operator Telkomsel, PLN, pihak swasta, dan relawan.

 

"Bantuan logistik berupa beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, susu kental manis, air mineral, susu SGM, Selimut, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan barang lainnya untuk dibagikan pada masyarakat di Kecamatan Batang Dua yang terdampak gempa," katanya.

Sehingga, kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi secepatnya agar kondisi dapat bisa kembali normal.

Sebelumnya, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman memimpin langsung perjalanan ke Pulau Batang Dua beserta jajaran Forkopimda Kota Ternate serta BNPB, BPBD, BMKG, Dinas Sosial, dan instansi terkait.

Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi magnitudo 7,6 Kota Ternate, Maluku Utara melaporkan hingga hari keenam gempa bumi tercatat jumlah pengungsian di Kecamatan Pulau Batang Dua sebanyak 1.966 jiwa dari 568 kepala keluarga.

Selain itu, para korban yang mengungsi berada di Kecamatan Pulau Batang Dua.

 

 

Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi di Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan saat ini mereka masih mengungsi, karena masih rasa trauma dengan adanya kejadian gempa bumi yang terjadi di perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 07.48 WIT dengan disertai peringatan dini tsunami yang dikeluarkan pihak BMKG.

Rizal menjelaskan sebanyak enam kecamatan di Kota Ternate yang terdampak, tetapi wilayah terparah adalah Kecamatan Pulau Batang Dua, karena wilayah mereka sangat berdekatan dengan pusat gempa bumi.

"Akibatnya banyak bangunan rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan maupun rumah ibadah seperti gereja," kata Ketua Posko.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapal Pandudewanata droping logistik bantuan ke Batang Dua

Pewarta: Abdul Fatah
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026