Ternate (ANTARA) - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjajaki kerja sama pengembangan industri berkelanjutan dengan Pemerintah Republik Korea.

Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Y.M. Yoon Soon-gu di Jakarta, Jumat.

"Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong kemitraan yang sehat dan berkeadilan dengan seluruh investor, termasuk dari Republik Korea," ujar Sherly Tjoanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Ternate, Jumat.

Ia meyakini investasi yang masuk mampu memberikan nilai tambah bagi daerah, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas peluang kerja sama di sejumlah sektor prioritas daerah, antara lain pertambangan, energi, perikanan, dan pariwisata dengan menekankan prinsip keberlanjutan.

Selain itu, dibahas pula peran perusahaan asal Korea Selatan, POSCO, dalam pengembangan industri pengolahan nikel melalui skema kerja sama di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata dia, berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk dalam aspek perizinan, perlindungan lingkungan, serta kewajiban perusahaan terhadap masyarakat.

"Kami memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan daerah," ujarnya.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha penting dalam menjaga stabilitas operasional investasi serta mendorong praktik industri yang berkelanjutan.

Melalui penjajakan kerja sama itu, ia optimistis hubungan ekonomi antara Maluku Utara dan Republik Korea dapat diperkuat, termasuk mendorong pengembangan industri berbasis sumber daya alam di daerah.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026