Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Mardika Ambon guna menstabilkan stok pasokan dan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Ina Wati Tahir di Ambon, Minggu, mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

“Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pangan dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah menjelang Idul Adha,” katanya.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Dinas Ketahanan Pangan, Biro Perekonomian Setda Maluku, serta unsur pemerintah daerah lainnya serta unsur swasta.

Menurut Ina Wati, Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan potensi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

Bersama Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara dalam kegiatan tersebut menyiapkan berbagai bahan pokok bersubsidi, di antaranya minyak goreng MinyaKita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga di bawah pasaran.

Pemprov dan Bulog telah menyiapkan stok minyak goreng MinyaKita sebanyak 133 ribu liter untuk disalurkan kepada masyarakat.

Minyak goreng subsidi dijual dengan harga Rp15 ribu per liter, sedangkan beras SPHP dijual Rp60 ribu per kemasan lima kilogram.

Selain itu, Bulog juga menyiapkan beras SPHP sebanyak satu ton guna mendukung pelaksanaan pasar murah menjelang Hari Raya Idul Adha.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Satgas Pangan juga melakukan inspeksi mendadak di Pasar Mardika dan Pasar Batumerah guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pangan Maluku per 24 Mei 2026, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, di antaranya bawang merah mencapai Rp51.949 per kilogram dan cabai rawit merah Rp71.406 per kilogram.

Pemerintah daerah berharap Gerakan Pangan Murah dapat membantu menekan lonjakan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026