"Tradisi ini harus kita munculkan, karena selama ini belum ada upaya pemerintah daerah untuk merumuskan berbagai program yang bisa menyentuh semangat antarumat beragama," katanya dalam refleksi peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Ternate, Sabtu.
Dia mengakui, program yang akan dicanangkan ini sangat beralasan, karena Provinsi Malut dengan kondisi geografis dan penduduknya yang multietnis tentu harus menjadi kekuatan besar dalam menciptakan semangat kebersamaan antarumat beragama dan jika tidak akan mengganggu semangat persaudaraan yang telah dibangun sejak dahulu kala.
"Potensi konflik biasanya terlahir dari rasa diskriminatif dan tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah dalam menyatukan berbagai perbedaan, ini sangat riskan," kata Thamrin.
Untuk itu, masalah etnis dan keragaman harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan kedamaian dan persaudaraan sejati.
"Sehingga, forum lintas umat beragama harus dijadikan sebagai program utama di seluruh Pemda Kabupaten dan Kota di Malut, agar dapat mempererat semangat kebersamaan dan mencegah perilaku intoleransi di tengah masyarakat," katanya.
Selain itu, KNPI akan memprogramkan Natal Gembira sebagai upaya menciptakan semangat keberagaman antarumat beragama yang sudah terbangun di daerah itu selama ini.
"Tentunya program ini akan melibatkan berbagai unsur kepemudaan terutama GMKI dan berbagai organisasi pemuda lainnya," katanya.
Dia mengatakan, Provinsi Malut dengan jumlah penduduk muslim terbesar tentunya memiliki peran yang besar dalam menciptakan semangat persaudaraan antarsesama umat beragama.
Oleh karena itu, program Natal Gembira dapat membangkitkan kembali semangat persatuan dan kesatuan di tengah derasnya isu mengenai intoleransi dan politik identitas yang merusak semangat kebhinekaan dan keutuhan NKRI.
KNPI Malut sendiri dalam momentum Hari Sumpah Pemuda menggelar berbagai kegiatan, salah satunya lomba akustik bagi generasi muda dalam mengembangkan talenta di dunia hiburan.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.