"Kondisi geografis Malut dengan 820 pulau, 10 persen berpenghuni dan terpencar, dimana biaya operasional sangat tinggi dan kondisi cuaca di Malut sangat rentan, pelaksanaan program KKBPK akan mengalami kesulitan," kata Wakil Gubernur Malut, Muhammad Natsir Thaib usai membuka sosialisasi dan konsultasi pelaksanaan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 di Ternate, Rabu.
Sehubungan dengan itu, kata Wagub, Pemprov Malut mendukung program KB dengan menyiapkan anggaran yang akan dialokasikan dalam APBD tahun 2018.
Menurut dia, agar program KKPBK yang dicanangkan BKKBN berhasil, perlu ada dukungan dari tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, terutama untuk pengembangan masyarakat pesisir.
Pemerintah kabupaten dan kota se-Malut juga harus mendukung, jangan ada yang menolak.
"Apalagi hanya karena ingin mendapatkan kursi yang signifikan dalam momentum politik," katanya.
Wagub Natsir juga menyatakan ada program pemerintah melalui transmigrasi warga Indonesia barat dan timur untuk mendiami pulau di Malut yang kurang penduduknya.
Ia juga menginstruksikan agar seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Ternate mendukung program Kampung KB, karena memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
"Pencanangan kampung KB ini harus melahirkan komitmen serta partisipasi aktif dari SKPD dan lintas sektor terkait untuk bisa saling berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Ternate, agar programnya langsung berrsentuhan dengan kepentingan publik," katanya.
Menurut dia, program Kampung KB melibatkan warga masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong dalam kerja nyata membangun dari lingkungan RT/RW, Dusun, dengan memanfaatkan potensi serta kearifan lokal yang tersedia.
"Dengan partisipasi dan kerja sama lintas sektor di Kampung KB, diharapkan akan memberikan dampak perubahan positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat," katanya.
Pewarta: Abdul FatahEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.