Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) akan membangun talut di kawasan pesisir setempat untuk mengantisipasi abrasi dan gelombang pasang yang merusak permukiman warga sekitar.

"Kami akan membangun proyek talut di kawasan pesisir, sehingga saat gelombang pasang atau cuaca buruk air tidak merusak rumah warga," kata Kepala BPBD Kota Ternate Muhammad Ihsan di Ternate, Senin.

Dia menyatakan pembangunan talut di kawasan Pantai Pula Ternate dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,6 miliar melalui dana hibah dari pemerintah pusat.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan pendampingan dari kejaksaan setempat sehingga proyek yang akan dikerjakan itu tidak bermasalah hukum pada kemudian hari.

Dia menjelaskan pembangunan talut di kawasan pesisir seperti di Kastela harus dilakukan karena saat cuaca buruk disertai gelombang pasang, air bisa menghantam rumah warga sekitar.

Pihaknya melakukan penanganan terkait dengan kerusakan talut di sejumlah kecamatan di Kota Ternate, seperti Ternate Utara, Ternate Barat, dan Ternate Pulau.

Sebelumnya, sejumlah warga Kota Ternate di kawasan pantai mengkhawatirkan adanya ancaman abrasi terhadap tempat tinggal mereka di kawasan pantai, menyusul gelombang tinggi dalam sepekan terakhir akibat cuaca buruk.

Sejumlah warga yang mengeluhkan adanya abrasi itu, seperti di kawasan Kota Ternate Utara di Kelurahan Kastela, Sango, Tafure, Akehuda, Tabam, dan Dorpedu serta Rua.

Salah seorang warga pesisir Ternate, Rustam, berharap pemkot setempat menangani kerusakan sejumlah talut karena abrasi dan gelombang laut dalam sebulan terakhir.

"Kita harapkan pemkot melakukan penanganan secara cepat dan tepat, karena informasi yang kami peroleh BPBD tengah menyusun pembiayaan dan menggambar, ketika semua sudah selesai maka, dilakukan pengerjaan talut yang rusak," katanya.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Ikhwan Wahyudi


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2023