Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menggelar pelatihan ekonomi kreatif bagi pemandu pariwisata menyusul makin banyak lokasi pariwisata di wilayahnya, yang dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

"Saat ini, sudah terlatih 100 peserta pemandu yang terdiri dari perajin kuliner, penggiat seni, dan pelaku usaha di tempat wisata, sehingga mereka dapat memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai kekhasan potensi wisata dan kuliner di sini," kata Kabid Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Irwan Rainu melalui siaran pers yang diterima di Tobelo, Maluku Utara, Minggu.

Menurut dia, tujuan pelaksanaan kegiatan pembinaan ekonomi kreatif adalah memberikan pemahaman tentang inovasi dan ide yang dapat dikreasikan untuk keberlanjutan dalam hal pengembangan ekonomi masyarakat.

"Kita perlu mengetahui apa saja strategi atau kebijakan yang harus kita lakukan untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan siapa saja pelaku ekonomi kreatif itu sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Halut Erasmus Joseph Papilaya mengatakan, ada tiga hal pokok yang perlu dilakukan untuk mengembangkan ekonomi pariwisata yaitu aksesibilitas, keamanan dan kenyamanan, serta aktraktif, sehingga dapat pula menumbuhkan ekonomi masyarakat.

"Para pemerhati kuliner Halmahera Utara agar saling membangun silaturahmi dan mewujudkan situasi yang aman dan kenyamanan bagi pengunjung dan wisatawan yang datang di daerah kita karena wisatawan pada umumnya sangat mengharapkan adanya tiga hal ini dalam mendukung sektor pariwisata," katanya.

Oleh karena itu, diharapkan dapat memberikan bekal bagi pelaku ekonomi kreatif di Halut, sehingga produknya memiliki nilai jual yang tinggi dan dari hasil pembinaan ini nantinya akan menjadi modal dan bekal peserta untuk berkreasi di tempat usahanya dengan menerapkan keterampilan yang telah diarahkan.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2019