Ketua Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon menyatakan pihaknya tengah menyiapkan karantina terpusat yang berlokasi di bangunan SMA Negeri 4 Lorulun, Kecamatan Wertamrian.

"Pilihan SMA Negeri 4 Lorulun ini merupakan pilihan terakhir setelah tim gugus tugas bersama Pemda setempat melakukan peninjauan ke SMK 1 Saumlaki, kemudian ke SMA Unggulan dan tempat-tempat lain termasuk di Pelabuhan Ukuran Laran, Kecamatan Tanimbar Selatan," kata Petrus di Saumlaki, Minggu.

Bupati Kepulauan Tanimbar itu menargetkan penggunaan bangunan untuk karantina terpusat sudah bisa terlaksana mulai pekan depan.

"Targetnya, hari Senin esok persiapan sudah selesai, sehingga hari Selasa sudah bisa digunakan. Jadi hari Selasa itu penumpang yang dari luar daerah baik itu dari pelabuhan laut maupun penumpang pesawat langsung diarahkan ke karantina terpusat," katanya.

Bupati menjelaskan beberapa alasan digunakannya bangunan milik SMA Negeri 4 Lorulun sebagai lokasi karantina terpusat yakni karena jauh dari pemukiman dan dekat dengan Bandara Mathilda Batlayeri.

"Sehingga ketika ada penumpang yang datang dari bandara, bisa langsung diarahkan ke tempat karantina terpusat untuk mengikuti karantina selama 14 hari," katanya.

Selain itu, bangunan SMA Negeri 4 Lorulun yang digunakan terbilang dekat dengan ruangan isolasi yang hanya berjarak 300 meter.

Menurut Petrus, karantina terpusat ini juga merupakan salah satu bagian dari pembatasan sosial, dengan begitu akan memperketat masyarakat yang datang dari luar daerah untuk bebas beraktivitas di Tanimbar. Hal ini dilakukan karena selama ini anjuran untuk karantina mandiri bagi ODP tetap terlaksana dengan baik.

Upaya karantina terpusat ini juga dilakukan dengan sejumlah upaya seperti telah ada langkah untuk mengurangi frekuensi penerbangan keluar masuk wilayah itu.

Jika setiap saat ada jadwal penerbangan keluar masuk wilayah ini, maka dalam pekan ini sudah dibatasi hanya ada tiga kali penerbangan dalam seminggu.

Bupati mengakui fasilitas yang tersedia di SMA Negeri 4 Lorulun masih terbatas. Untuk itu pihaknya menggandeng personil TNI, Polri dan Satpol PP untuk membenahi sejumlah fasilitas yang dibutuhkan seperti fasilitas olah raga yakni lapangan bola volly dan tempat berjemur serta fasilitas MCK.

Sementara untuk tempat tidur dipakai 5 ruang kelas yang telah disekat menjadi 10 ruangan. Ruangan ini akan dipisahkan untuk pria dan wanita termasuk MCK.

Untuk penyediaan air bersih, saat ini menurutnya belum ada air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) sehingga akan disediakan tempat-tempat penampungan air memakai galon dan profil tank, sehingga dapat memenuhi syarat pelayanan karantina terpusat.

Pewarta: Simon Lolonlun

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2020