Anggota DPRD Maluku asal Dapil Kabupaten Seram Bagian Barat, Hatta Hehanussa mensinyalir pasien terkonfirmasi COVID-19 dengan kodefikasi 35 asal SBB yang sudah meninggal dunia terpapar virus corona saat menjalani perawatan di RSUD Haulussy Ambon.

"Apalagi sudah dilakukan rapid test terhadap suami almarhumah dan hasilnya dinyatakan negatif sehingga tidak menutup kemungkinan pasien 35 ini positif terpapar virus corona saat menjalani perawatan awal di RSUD Haulussy," kata Hehanussa di Ambon, Kamis.

Alasannya, karena almarhumah sebelumnya dirawat terlebih dahulu di rumah sakit kabupaten dan ketika meninggal dunia di RSUD Haulussy dan dipulangkan ke SBB juga dimakamkan tanpa melalui prosedur dan protokoler kesehatan penanganan COVID-19.

Dikatakan, saat almarhumah dibawa dari Kabupaten SBB ke Kota Ambon bukan karena positif COVID-19.

"Persoalan ini sudah disampaikan saat rapat Tim COVID-19 DPRD Provinsi Maluku dan kasus-kasus seperti ini perlu dievaluasi lagi," tandasnya.

Untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 provinsi lebih efektif dan maksimal, baik dari sisi penanganan pasien hingga pengelolaan anggaran.

"Kecolongan seperti ini sebagai akibat dari lemahnya koordinasi dan data-data yang dikantongi juga tidak valid sehingga gugus tugas provinsi harus melakukan pembenahan," ujar Hehanussa.

Grafik kasus COVID-19 di Maluku saat ini mengalami peningkatan yang begitu signifikan dan sekarang sudah mencapai 62 orang yang positif terpapar virus corona.

Kemudian yang mengalami kesembuhan sebanyak 17 orang dan empat lainnya meninggal dunia, sementara ODP 55 orang dan 22 lainnya berstatus PDP.
 

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2020