Ketua Tim Penyelesaian Bandara Emalamo, Musdalifah Ilyas mengatakan di Ternate, Selasa, Pemkab Kepsul membuka Bandara Mangole, karena Bandara Emalamo di Kabupaten Kepsul diblokir warga selama hampir setahun tidak bisa difungsikan.
"Akibat pemblokiran itu, muncul inisiatif untuk membuka penerbangan di Bandara Mangole. Saat ini ada maskapai Nusantara Buana Air (NBA) membuka rute untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seKtor transportasi dari Ternate ke Kepsul," katanya.
Kendati demikian, pihaknya juga saat ini berkordinasi dengan berbagai pihak agar warga mengakhiri aksi blokirnya terhadap bandara perintis itu.
Musdalifah mengatakan, proses dialog antara warga dengan Pemkab Kepsul saat ini akan dilakukan untuk dimediasi tim dari Pemprov Malut, bahkan sebelumnya telah ada pertemuan dan hasilnya pemerintah membayar ganti rugi atas lahan warga yang terkena lokasi perluasan Bandara Emalamo tersebut sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, pada pertemuan itu, warga berjanji tidak akan lagi memblokir bandara tersebut dan jika ada warga mencoba kembali melakukan aksi blokir maka warga siap diproses sesuai ketentuan yang berlaku oleh aparat keamanan setempat.
Ia menyatakan bahwa warga yang belum mendapatkan ganti rugi akibat terkena lokasi bandara sebanyak 49 orang punya keinginan agar masalah ini secepatnya dituntaskan.
Warga yang mengaku pemilik lahan tersebut akan diganti rugi lahan mereka melalui Ditjen Perhubungan Udara dengan syarat, masing-masing dana menunjukkan bukti yang sah atau dokumen kepemilikan yang diakui pemerintah.
Sebelumnya, masyarakat Kepsul termasuk para pengusaha mengeluhkan terjadinya pemblokiran Bandara Emalamo tersebut, karena mengakibatkan mereka tidak bisa menggunakan transportasi udara dari dan ke Sanana.
Selama ini, ada tiga maskapai penerbangan yang melayani dari dan ke Bandara Babullah Ternate ke Bandara Emalamo Sanana, yakni Trigana Air, Merpati, Ekspres Air dan Nusantara Buana Air (NBA).
Pewarta: Abdul fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.