Ambon (Antara Maluku) - Kegiatan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Yos Soedarso Ambon tetap lancar walaupun beberapa waktu belakangan ini Kota Ambon dan Provinsi Maluku dilanda cuaca ekstrem.

"Walaupun hujan turun yang disertai dengan angin kencang yang selalu saja terjadi dengan tiba-tiba, kami tetap upayakan kegiatan bongkar muat terutama kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat," kata Manager SDM dan Umum PT Pelindo Cabang Ambon Harison Nanlohy, di Ambon, Senin.

Harison mengatakan, PT.Pelindo Ambon tetap melakukan kerja sama dengan pihak Kesyabandaran dengan Otoritas Pelabuhan terutama untuk mendapatkan informasi cuaca.

"Jadi semua kegiatan bongkar muat di area pelabuhan Yos Soedarso ini dikoordinasikan langsung dengan Kantor Syabandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)," ujarnya.

Dia menjelaskan, sekarang ini ada empat perusahaan pelayaran yang melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Ambon yakni PT.Tanto, PT.Tampuran Mas, PT.Meratus ditambah dengan PT Pelni.

"Sekarang ini kapal cepat milik PT.Pelni sudah mengangut peti kemas yang bisa mencapai 15 hingga 20 unit peti kemas," ujarnya.

Menurut Harison, setiap kapal yang masuk Ambon biasa mengangkut 450-500 peti kemas, terutama kapal milik PT.Tanto, PT.Meratus, dan PT.Tampuran Mas.

Dalam kurun waktu satu bulan ada tiga kapal yang melakukan bongkar muat peti kemas, menandakan pertumbuhan ekonomi di Ambon dan kabupaten lainnya di Maluku terus meningkat.

Dia menambahkan, isi peti kemas yang dibongkar di pelabuhan Ambon selain sembako juga barang lain termasuk bahan bangunan.


Pewarta: John Soplanit
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026