Ambon (ANTARA) - Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath memastikan perluasan layanan keuangan digital terus didorong agar dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan di Provinsi Maluku.
"Tantangan geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan menjadikan akses layanan keuangan digital sebagai tantangan sekaligus peluang besar," kata Abdullah Vanath di Ambon, Senin (18/5).
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong sinergi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga jasa keuangan untuk mempercepat perluasan layanan keuangan digital hingga ke pelosok daerah.
Ia mengatakan langkah tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan dan transaksi digital.
Selain memperkuat layanan keuangan digital, Pemprov Maluku juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna memetakan potensi usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terpencil.
Menurut dia, hasil sensus tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran dan inklusif.
Vanath mengatakan perekonomian Maluku pada triwulan I 2026 tumbuh positif sebesar 5,16 persen secara tahunan yang didorong oleh sejumlah sektor unggulan daerah.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan bisnis regional.
Selain itu, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, serta perdagangan besar dan eceran masih menjadi kontributor dominan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku.
Ia menambahkan sektor jasa keuangan juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 9,02 persen dengan tingkat inflasi daerah yang tetap terkendali pada angka 3,13 persen.
"Stabilitas sektor jasa keuangan harus terus dijaga agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," ujarnya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026