Ambon (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku mengadakan lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian dan ketahanan pangan di masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang perlombaan dalam memperingati HUT Bhayangkara, tetapi juga sarana Polri menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian pangan di tengah masyarakat,” kata Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Umar Wijaya, di hubungi dari Ambon, Selasa.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Binmas Iptu Johanis Samponu dan dilaksanakan serentak di empat wilayah hukum Polsek jajaran Polres Kepulauan Tanimbar yakni, Polsek Tanimbar Selatan, Polsek Wertamrian, Polsek Kormomolin, dan Polsek Nirunmas.
“Penilaian dalam lomba ini melibatkan penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian serta pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Tanimbar,” ujarnya.
Lomba P2B menjadi bagian dari rangkaian Bhakti Sosial Bhayangkara bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan sehat dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Dalam penilaian, lomba ini mempertimbangkan sejumlah kriteria seperti keberagaman tanaman, penataan lahan, dukungan pemerintah desa, keberlanjutan pengelolaan, respon masyarakat, hingga manfaat program bagi warga sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi yang ada di desanya,” harapnya.
Sinergisitas yang terjalin antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam lomba ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program P2B.
Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal. Seluruh rangkaian kegiatan penilaian P2B di empat lokasi berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Inisiatif ini juga menjadi bentuk pendekatan humanis Polri dalam menjadikan peringatan Hari Bhayangkara sebagai momentum kehadiran dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya lomba ini, Polres Kepulauan Tanimbar berharap program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dapat terus berlanjut sebagai gerakan berkelanjutan yang memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga, serta menjadi contoh positif bagi daerah lain dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan sehat dan kemandirian desa.
Pewarta: Winda HermanEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026