Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Tanimbar, Maluku bersama tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kecelakaan laut berasal dari Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat cuaca ekstrem di perairan setempat.
“Korban atas nama Imam Kalean (64) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir perkebunan Taptabil, Desa Watmasa, Kamis, sekitar pukul 09.00 WIT. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi ditutup,” kata Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani di Ambon, Kamis.
Jenazah pertama kali ditemukan ua warga Desa Watmasa, Necu Masela (53) dan Oscar Masela (21), saat hendak menuju kebun. Keduanya melihat sesosok tubuh tergeletak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Mereka lalu segera melapor kepada Pemerintah Desa Watmasa dan tim SAR gabungan yang bersiaga di wilayah tersebut.
Dalam menindaklanjuti laporan itu, tim SAR dipimpin Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar Ipda Simon Nusmese bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Pada pukul 09.30 WIT, jenazah dibawa ke Balai Desa Watmasa untuk dilakukan pemulasaraan awal sembari menunggu kedatangan pihak keluarga.
Ia menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta mengapresiasi peran masyarakat dalam proses pencarian.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Sinergi antara masyarakat dan tim SAR gabungan menjadi kunci dalam pencarian ini. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga terseret arus hingga ke daratan,” ujarnya.
Pihak keluarga tiba dari Desa Karatat ke tempat itu, sekitar pukul 10.45 WIT. Jenazah kemudian diserahkan secara resmi untuk dimakamkan.
Polres Kepulauan Tanimbar mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, selalu memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melaut serta melengkapi diri dengan alat keselamatan, seperti jaket pelampung, mengingat kondisi cuaca sering berubah dan sulit diprediksi di wilayah kepulauan.
Polres bersama instansi terkait akan terus meningkatkan sosialisasi keselamatan pelayaran kepada masyarakat pesisir sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Edukasi mengenai pentingnya alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan, katanya, menjadi bagian dari upaya perlindungan bagi nelayan dan pengguna perahu kecil.
Keberhasilan operasi ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam penanganan musibah di wilayah kepulauan, seperti Kepulauan Tanimbar.
Sinergi antara Polri, Basarnas, pemerintah desa, dan masyarakat, katanya, menjadi kekuatan utama dalam memastikan setiap laporan kehilangan dapat ditangani secara cepat, terkoordinasi, dan tuntas.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026